
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Jelang perayaan tahun baru 2025, sejumlah penjual jagung dadakan di Tenggarong Seberang kebanjiran pembeli. Tradisi bakar jagung bersama keluarga menjadi salah satu aktivitas yang khas di malam pergantian tahun, sehingga permintaan jagung meningkat tajam.
Muhammad Madong, seorang warga Desa Loa Lepu, menjadi salah satu pedagang yang menikmati lonjakan keuntungan. Sejak 30 Desember 2024, ia bersama istrinya, Fina, menjajakan jagung manis hasil panen sendiri di sepanjang jalan poros Samarinda-Tenggarong.
Madong membawa 14 karung jagung manis, masing-masing berisi 100 tongkol. Ia menjual jagung dalam ikatan 10 biji seharga Rp 30.000 atau Rp 35.000 jika pembeli ingin memilih sendiri. Dengan hasil panen dari kebunnya yang seluas 1 hektar, seluruh dagangan biasanya habis terjual sebelum malam pergantian tahun.
"Tahun lalu, semua jagung yang saya bawa habis terjual. Dari 14 karung, saya mendapat omset sekitar Rp 6 juta. Tahun ini, Alhamdulillah, pembeli juga ramai. Semoga sebelum malam tahun baru semuanya habis lagi," ujar Madong saat dikonfirmasi Selasa (31/12/24)
Ia dan istrinya mulai berjualan dari pukul 10 pagi hingga sore hari. Madong menuturkan bahwa ia rutin menanam jagung setiap bulan Oktober untuk persiapan musim panen menjelang tahun baru.
Tak hanya Madong, puluhan pedagang lain juga memanfaatkan momentum ini dengan berjualan di sepanjang jalan poros Samarinda-Tenggarong. Lokasi strategis ini menarik banyak pembeli yang sedang dalam perjalanan menuju atau dari Tenggarong.
"Alhamdulillah, pembeli ramai. Mudah-mudahan semuanya habis sebelum malam tahun baru," tutupnya. (Dri)