
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Isu terkait honor para penari massal pada pembukaan Erau Adat Kutai Tahun 2024 ramai diperbincangkan di media sosial. Para penari, yang mayoritas pelajar, mengeluhkan keterlambatan pembayaran honor dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Kartanegara (Kukar), yang dikatakan terhambat karena proses administrasi.
Acara pembukaan Erau Adat Kutai berlangsung pada 21 September 2024. Namun, meski telah sebulan lebih berlalu, para penari belum menerima honor yang dijanjikan, meskipun mereka sudah lama berlatih dan menampilkan tarian di hadapan ribuan penonton.
Kabid Kebudayaan Disdikbud Kukar, Puji Utomo, mengonfirmasi bahwa keterlambatan ini disebabkan oleh kendala teknis dalam proses administrasi keuangan, terutama terkait dengan penggunaan aplikasi SIPD untuk pencairan anggaran yang mengalami gangguan.
"Seharusnya dalam waktu dua minggu sudah dibayar, namun karena kendala SIPD dan perubahan kas, pembayaran terhambat. Hari ini anggaran sudah masuk ke rekening EO, dan dalam 1-2 hari akan dibayarkan oleh pihak Event Organizer (EO)" jelas Puji pada Rabu (6/11/24).
Ia menambahkan bahwa permasalahan sistemik ini tidak hanya berdampak pada Disdikbud Kukar, tetapi juga pada semua SKPD di daerah yang menggunakan SIPD, mengakibatkan keterlambatan pembayaran secara keseluruhan.
Jumlah penari massal dalam acara tersebut mencapai 750 orang, dengan anggaran Rp2 miliar dialokasikan untuk pembukaan Erau. Tahun ini, honor para penari mengalami kenaikan, yaitu menjadi lebih dari Rp1 juta per orang.
"Saya meminta maaf atas keterlambatan ini. Ini murni karena masalah sistem, bukan kesalahan individu. Kami dari Disdikbud dan BPKD mendukung penuh agar masalah ini segera terselesaikan. Saat ini dana sudah ada di rekening EO dan akan segera dibayarkan," tambah Puji.
Puji juga berpesan kepada para penari untuk tetap semangat dan tidak terpengaruh oleh informasi yang simpang-siur. Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah Kukar akan memastikan pembayaran honor tetap terlaksana. "Ini hanya masalah waktu,"tutupnya. (dri)