• Selasa, 25 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sejumlah pelaku UMKM di Pulau Kumala, Tenggarong, tetap berusaha bertahan meskipun jumlah pengunjung yang datang tidak menentu. Kondisi ini dipengaruhi oleh perbaikan wahana dan sarana yang sedang dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) melalui Dinas Pariwisata.

Nazwa, salah satu pelaku UMKM di Pulau Kumala, mengungkapkan bahwa pengunjung terkadang ramai, namun sering juga sepi. Banyak pedagang yang memilih berjualan di luar area, dan hanya sekitar 10 pedagang yang masih bertahan di Pulau Kumala.

"Sejak masa COVID-19, jumlah pengunjung memang berkurang. Dulu, tempat ini ramai, terutama saat akhir pekan. Kami berharap setelah perbaikan wahana seperti komedi putar dan water park selesai, pengunjung akan kembali ramai," ungkap Nazwa, Rabu (9/10/24).

Nazwa mengaku bahwa walaupun pendapatan bervariasi, ia tetap bersyukur. Pendapatan sehari bisa mencapai Rp 100.000 - Rp 300.000, tapi saat hari besar seperti Tahun Baru bisa lebih banyak.

"Kami berharap perbaikan yang dilakukan pemerintah dapat membantu mendongkrak ekonomi pelaku UMKM dan meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD)." ujarnya.

Sementara itu, Koordinator Objek Wisata Pulau Kumala, Gazairil, menyatakan bahwa meskipun masih sepi, dalam seminggu sekitar 300 pengunjung datang ke Pulau Kumala. Bersama Dinas Pariwisata, mereka tengah melakukan perbaikan wahana dan fasilitas untuk menarik lebih banyak wisatawan.

"Kami melakukan perbaikan wahana seperti komedi putar, water park, serta memperbaiki dermaga, taman, dan penerangan di setiap sudut pulau," jelas Gazairil.

Ia berharap pembangunan ini dapat meningkatkan jumlah pengunjung dan membuat Pulau Kumala kembali menjadi tujuan wisata utama di Tenggarong. (dri)



Pasang Iklan
Top