
TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Generasi 90-2000an pasti tidak asing dengan Aji Mohammad Mirza Ferdinand Hakim, atau yang lebih dikenal sebagai Icha Jikustik. Namun, di tengah perjalanan, Icha yang dulunya musisi kini memilih menjadi politisi dan bergabung dengan DPC Demokrat Kukar sebagai fungsionaris partai.
Dan kini ia telah memberikan arahan untuk mendukung pasangan petahana, Bupati Edi Damansyah dan Wakil Bupati Rendi Solihin, meskipun sebelumnya berseberangan dengan pak Edi Damansyah.
"Beberapa tahun belakangan ini saya sudah merambah dunia politik, tapi tiba-tiba saya ada di kubunya pasangan Edi-Rendi, tadinya jujur saya berseberangan dengan pak Edi Damansyah tentu ini ada pertanyaan, kok bisa saya masuk disini, " ujarnya menceritakan kepada awak media di kantor DPC PDIP Kukar, Senin (23/09/2024).
Icha mengaku, sebagai pribadi mungkin saya ada sedikit perbedaan pandangan waktu itu sudah lama sekali, tapi secara independen karena saya juga musisi, saya harus bisa mengakui bahwa apa yang telah dicapai oleh Edi-Rendi ini berhasil di periode ini, jadi tidak ada alasan untuk saya tidak mendukung Edi-Rendi, tapi alhamdulillah saya saat ini diterima dan diamanahkan menjadi Juru Bicara (Jubir) di tim pemenangan Edi-Rendi.
"Dan ada beberapa keberhasilan yang saya lihat di Kukar, salah satunya memajukan ekonomi kreatif, kebetulan saya sekolah S2 di UII Yogyakarta tapi disini saya berbicara terkait ekonomi kreatif, " imbuhnya.
Ia mengatakan, di Kukar saya lihat sektor ekonomi kreatif sangat berkembang pesat, banyak orang-orang yang punya kreativitas yang tersalurkan pada masa pemerintahan pak Edi Damansyah dan Rendi Solihin.
"Karena ekonomi kreatif ini kita berbicara tentang masa depan ekonomi di Indonesia, kita sudah tidak bicara lagi masalah tambang dan sebagainya, tapi ekonomi kreatif ini akan menjadi cikal bakal ekonomi Indonesia suatu saat nanti, karena bagaimana caranya kita bisa hidup mandiri dengan kreativitas yang kita punya, jadi tidak tergantung lagi dengan pemerintahan, " tuturnya.
Ia menambahkan, saya bergabung ke sini saya pikir ini suatu yang bagus, saya bisa rembuk usulan dan sebagainya. Alhamdulillah usulan saya ada yang diterima, saya berharap suatu saat nanti ekonomi kreatif termasuk UMKM, musik dan lainnya bisa berkembang pesat lagi di Kukar.
"Saya tidak mau menjadi orang Kukar yang punya album sendiri, tapi ingin anak-anak milenial bisa juga punya album menyusul saya, dan hal lainnya di beberapa infrastruktur kita lihat sendiri jalan-jalan dibangun kemudian jalan-jalan dilebarkan, dan gorong-gorong diperbesar saya pikir ini keberhasilan, dan tidak ada alasan bagi saya untuk tidak ikut berjuang disini, karena saya asli orang Kukar, " terangnya.
"Saya merasa tidak adil jika tidak berbuat apa-apa untuk ekonomi kreatif di tempat saya sendiri. Sebagai musisi yang telah berkontribusi besar dalam industri musik di Jogja dan Jakarta, saya merasa bertanggung jawab untuk menghidupkan kembali potensi kreatif di Kutai Kartanegara, " pungkasnya. (One)