• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Komandan Korem (Danrem) 091/Aji Surya Natakesuma, Brigjen TNI Anggara Sitompul, bersama Kelompok Tani Sari Rejeki A, Desa Sumber Sari, Kecamatan Loa Kulu, melaksanakan panen raya padi di lahan seluas 15,5 hektare pada Kamis (5/9/2024). Panen ini diharapkan dapat mendorong Kutai Kartanegara (Kukar) menuju swasembada pangan.

Kegiatan panen raya tersebut didampingi oleh Kodim 0906 Kukar, Letkol Czi Damai Adi Setiawan, serta Bupati Kukar, Edi Damansyah, Camat Loa Kulu Ardiansyah, dan Kepala Desa Sumber Sari, Sutarno.. Dalam acara tersebut juga dilakukan pembagian bantuan sarana pertanian kepada para kelompok tani dan diakhiri dengan ramah tamah.

Brigjen TNI Anggara Sitompul mengungkapkan bahwa panen raya ini merupakan hasil dari sinergi antara pemerintah daerah, Kodim Kukar, serta kelompok tani setempat, yang bersama-sama mendukung peningkatan hasil pertanian.

"Kami bersyukur atas panen ini, yang merupakan bukti bahwa kolaborasi pemerintah dan TNI berhasil memotivasi para petani untuk meningkatkan hasil taninya," ujar Anggara.

Ia menjelaskan bahwa hasil panen per hektare dapat mencapai 5-6 ton, meningkat dari sebelumnya yang hanya sekitar 4 ton. Program pendampingan dan bantuan TNI, seperti proyek TNI Manunggal Air, turut berkontribusi dalam meningkatkan produktivitas pertanian.

"Panen ini sudah dua kali dilakukan dalam setahun, dan diharapkan bisa mencapai tiga kali panen per tahun. Program pendampingan seperti ini sangat penting untuk terus memotivasi petani agar swasembada pangan di Kukar tercapai, sekaligus mendukung program ketahanan pangan nasional," tambahnya.

Sementara Bupati Kukar, Edi Damansyah, menekankan bahwa Pemkab Kukar fokus pada sektor pertanian sebagai bagian dari visi Kukar Idaman 2021-2026.

"Kerja sama antara Pemkab dan Kodim sudah berjalan selama tiga tahun, terutama dalam membangun infrastruktur pertanian seperti jalan tani, irigasi, dan pengairan. Dukungan TNI sangat penting untuk keberhasilan program ini," jelas Edi.

Ia juga menegaskan bahwa evaluasi program pertanian menunjukkan kebutuhan utama petani adalah infrastruktur pengairan, dan Pemkab Kukar akan terus mendukung sektor pertanian dengan alokasi anggaran dari APBD Kukar. (dri)



Pasang Iklan
Top