
Pendistribusian MBG dengan menu kelapa muda di Sekolah Muara Badak.(Dok. Medsos Facebook Last Tree)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Gas Alam Badak I, Kecamatan Muara Badak, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), terpaksa tak beroperasi sementara waktu.
Hal ini disebabkan karena terjadinya kontroversi di tengah masyarakat atas pemberian program Makanan Bergizi Gratis (MBG).
Koordinator Wilayah SPPG Kukar, Sandi Rizki menjelaskan, SPPG Muara Badak tak beroperasi mulai viralnya pemberian MBG dengan menu degan atau kelapa muda, roti dan susu.
Sehingga pembagian menu MBG itu dibanjiri komentar negatif dari masyarakat.
Dengan adanya peristiwa tersebut, maka Korwil SPPG se-Kukar melakukan evaluasi agar kondusivitas daerah tetap aman.
"Setelah kita lakukan evaluasi, maka lebih baik kita nonaktifkan sementara waktu terhadap pengoperasian SPPG di Muara Badak," kata Sandi kepada Kutairaya, Jum
Dalam hal ini, pihaknya juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) terkait penghentian dan rencana pengoperasian SPPG tersebut.
"Kami juga sudah menjelaskan kepada pemerintah daerah bahwa pemberian kelapa ini bukan menjadi masalah, tapi masyarakat belum biasa melihat menu degan untuk MBG," ujarnya.
Ia menegaskan, menu MBG yang didistribusikan kepada sekolah itu dipastikan telah memenuhi standar gizi anak-anak.
"Kami sudah memberikan masukan kepada pengelola SPPG se-Kukar termasuk di Muara Badak, agar tak memberikan menu kelapa muda lagi," tuturnya.
Ia mengatakan, terkait pengoperasian kembali SPPG Gas Alam itu masih menunggu respons dari pihak terkait, baik itu Korwil SPPG se-Kaltim maupun pusat.
"Sekitar 3 pekan SPPG ini tak beroperasi dan menunggu keputusan dari pimpinan," ujarnya.
Sementara itu Kepala SPPG Gas Alam Badak I, Abdi menjelaskan, terkait video yang beredar terhadap pembagian MBG dengan menu kelapa ini menjadi kesalahpahaman di tengah masyarakat.
"Pembagian menu MBG ini tak hanya kelapa muda saja, tapi masih ada sejumlah menu lainnya, namun tak ditampilkan," ujar Abdi.
Video tersebut diunggah pihak sekolah, yang bertujuan untuk memperlihatkan antusiasme anak-anak dalam menerima menu MBG. (Ary)