• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Melimpahnya Sumber Daya Alam (SDA) di Kutai Kartanegara (Kukar), khususnya kelapa sawit, mendukung rencana pembangunan pabrik minyak makan merah yang dijadwalkan akan dibangun di Desa Kelekat, Kecamatan Kembang Janggut, pada tahun 2025.

Plt Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kukar, Sayid Fathullah, menyatakan bahwa minyak sawit merupakan kebutuhan pokok masyarakat, sehingga Disperindag telah menyiapkan kajian untuk mendukung realisasi pabrik tersebut.

"Tentunya kita ingin mengetahui proyeksi kebutuhan minyak goreng di Kukar secara umum, jumlah produk minyak goreng di Kukar, dan bagaimana langkah antisipasi yang akan diambil jika terjadi gangguan dalam pemenuhan kebutuhan minyak goreng," kata Fathullah, Selasa (3/9/24).

Disperindag juga berupaya untuk memahami potensi produksi komoditas kelapa sawit di Kukar dan merumuskan strategi antisipasi dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng.

Fathullah menjelaskan bahwa produksi sawit dari rakyat mencapai sekitar 291.773 ton, sementara produksi sawit dari perusahaan besar seperti Rea Kaltim dan Katulistiwa mencapai 3.071.285 ton. Dengan kebutuhan Kukar yang hanya sekitar 7.271,2 ton per tahun, ketersediaan ini lebih dari cukup.

"Ini menunjukkan bahwa kita tidak akan mengalami kesulitan dalam memenuhi kebutuhan minyak goreng. Namun, kita belajar dari kasus beberapa tahun lalu, ketika minyak goreng sempat langka karena kita belum memproduksi sendiri,"katanya.

Di bawah kepemimpinan Bupati Edi Damansyah, program Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026 memasukkan hilirisasi produk kelapa sawit menjadi minyak makan merah sebagai salah satu prioritas yang akan diwujudkan.

"Pada tahun 2024 ini, kami sudah menyiapkan langkah-langkah awal, seperti land clearing, pematangan lahan, dan proses Detailed Engineering Design (DED). Pembangunan pabrik ini khusus mendapat izin dari pemerintah pusat, dan kami telah melakukan pendekatan dengan Kementerian Perindustrian serta BUMN. Kami juga akan melakukan studi banding di Deli Serdang,"katanya.

Beberapa proses penting harus dilalui terlebih dahulu, termasuk strategi pemasaran. Fathullah menegaskan bahwa ketika kelapa sawit diolah menjadi minyak makan merah, produk ini akan langsung terserap pasar, dengan ketersediaan bahan baku yang sangat mencukupi untuk kebutuhan Kukar setiap tahunnya. (adv/dri)



Pasang Iklan
Top