• Selasa, 25 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura tidak menerima undangan untuk menghadiri Upacara Peringatan HUT 79 RI di IKN, hal ini membuat puluhan orang dari organisasi masyarakat (Ormas) Remaong Koetai Berjaya (RKB) menggelar aksi sekaligus meminta klarifikasi di Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kukar, Rabu (21/08/2024).

Puluhan massa dari RKB ini diterima oleh Sekretaris Kesbangpol Kukar, Sutrisno beserta jajaran. Dari hasil pertemuan ini pihak Kesbangpol Kukar siap untuk menyampaikan permohonan maaf di hari Sabtu (24/8/2024), setelah salat dhuhur di Kedaton Kesultanan Kutai Kertanegara Ing Martadipura, Tenggarong.

"Mereka akan mengakui kesalahannya, dan kami juga minta oknum yang sesuai penjelasan Bapak Sutrisno (Sekretaris Kesbangpol, red) menyatakan itu salah ketik, kami minta hadirkan oknum yang salah ketik," ungkap Ketua Umum RKB Hebbi.

Ia mengatakan, aksi yang digelar ini untuk meminta klarifikasi sekaligus tuntutan hari ini kepada Kesbangpol Kukar, kita ingin melihat itikad baik, karena kemarin sempat keluar pernyataan Ayahanda Sultan bahwa beliau tidak mendapat undangan.

"Aksi yang dilakukan hari ini juga menyikapi keluarnya pernyataan dari Kesbangpol Provinsi Kaltim dan Kukar. Di Kesbangpol Kaltim menyatakan ada undangan, tapi Kesbangpol Kukar menyatakan bukan undangan, tapi surat klarifikasi untuk hadir. Itu menuai pro dan kontra di sosial media, seolah-olah munculnya pernyataan mereka itu dilengkapi dengan data list hadir, surat yang dibikin Kesbangpol tadi," terangnya.

Ia memastikan, aksi yang dilakukan ini pihaknya hanya ingin, jangan sampai image dari masyarakat terutama penggiat medsos itu berpandangan buruk terhadap Sultan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, Aji Muhammad Arifin.

"Karena beberapa di medsos itu terllihat ada pro kontra untuk komentarnya, sangat disayangkan sekali, sebenarnya kenyataannya Sultan Kutai memang tidak mendapat undangan. Itu akan diklarifikasi dan ada kesalahan dari Kesbangpol Kukar, karena memang kesalahan mereka, dari penyampaian surat itu, dari penyampaian nomor surat, tanggal terbit surat, kemudian isi yang mereka sikapi di tanggal 25 terbit surat Kesbangpol Kukar tanggal 24, sedangkan nomor surat mereka bulan 6," paparnya.

Kemudian lanjutnya, terkait scan barcode surat, setelah dilakukan scan oleh RKB bukan perihal undangan tersebut, melainkan perihal lain di tahun 2022. Dari situ RKB sudah melihat kesalahan, kemudian daftar list juga perlu diklarifikasi.

"Yang muncul di medsos setelah munculnya pernyataan Ayahanda Sultan, itu diedit, entah oknum yang mengedit siapa. Yang jelas Kesbangpol Kukar tidak merasa mengeluarkan itu. Itulah yang muncul di medsos, begitu pernyataan Kesbangpol Kukar dan Provinsi keluar muncul di medsos, cuma begitu kita cek sangat kelihatan sekali editan dari nama beliau, nomor hp beliau di belakang. Itu bagi masyarakat yang pintar bisa, kalau masih simpan itu datanya silahkan cek di get kontak (aplikasi, red), kemudian muncul nama siapa," tutupnya. (One)



Pasang Iklan
Top