• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Musibah kebakaran kembali terjadi di Tenggarong, kali ini terjadi di RT 20 Jalan Mangkuraja 1, Kelurahan Loa Ipuh. Kebakaran ini terjadi pada Sabtu (29/6/24) sekitar pukul 23.30 WITA, yang mengakibatkan dua bangunan rumah hangus terbakar dan dua bangunan lainnya terdampak.

Aris, seorang warga yang menyaksikan kebakaran, mengungkapkan bahwa saat itu ia sedang hendak membeli makanan dan melihat penjual sate di dekat lokasi kejadian berteriak minta tolong.

"Melihat kobaran api tersebut, saya langsung membantu mengamankan gerobak dagangan sate. Api membakar bangunan kosong di samping penjual sate itu dan awal mula api berasal dari dalam rumah tersebut. Tidak sampai 10 menit, api membakar seluruh bangunan dan merembet ke bangunan di samping," ujarnya.

Kejadian tersebut langsung dilaporkan ke Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) untuk mendapatkan bantuan. Lima menit setelah api mulai membakar satu bangunan rumah, mobil Damkar tiba dan langsung memadamkan api.

Kepala Damkarmatan Kukar, Fida Hurasani, mengatakan bahwa pemadaman dilakukan selama 30 menit dengan mengerahkan seluruh unit mobil pemadam kebakaran beserta 25 personel. Akibat kebakaran ini, dua rumah hangus terbakar dan dua rumah terdampak karena terkena tekanan air saat pemadaman.

"Untuk kendala, karena kawasan padat penduduk sehingga lalu lintas agak terganggu, tapi alhamdulillah air ready karena lokasinya berada di bantaran sungai. Listrik menyala bisa kita atasi, nggak ada halangan. Dengan kepadatan bangunan seperti ini, saya apresiasi kerja kawan-kawan. Pemblokiran api juga bagus dan angin tidak berembus kuat sehingga lebih mudah mengendalikannya," ujar Fida

Fida juga menghimbau kepada masyarakat untuk tetap hati-hati dan waspada, karena api selalu mengancam, baik dari listrik maupun kompor yang digunakan setiap hari.

Sementara itu, Lurah Loa Ipuh, Erri Suparjan, yang turut hadir di lokasi kebakaran, menyebutkan bahwa pihaknya belum bisa memastikan berapa jumlah keluarga atau kepala keluarga yang terdampak.

"Alhamdulillah karena kerja keras dari kawan-kawan PMK dan relawan, dampak kebakaran ini bisa diminimalisir. Ada kurang lebih 3 rumah yang terdampak. Kami masih mendata berapa korban dari kebakaran ini," ungkapnya.

Langkah selanjutnya dari pemerintah kelurahan adalah melakukan pendataan mendetail tentang dampak kebakaran ini. Data tersebut akan disampaikan ke OPD terkait, terutama Dinas Sosial, untuk penanganan lebih lanjut.

"Kita mematangkan data dulu, termasuk jumlah KK yang terdampak. Posko akan didirikan malam ini juga, dan kita masih melihat lokasi yang terbaik agar tidak mengganggu jalur lalu lintas," tutupnya. (Dri)



Pasang Iklan
Top