• Selasa, 25 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman Tenggarong mendapat kunjungan dari dua petugas Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Kecamatan Samboja Barat, untuk meninjau tanaman hortikultura yang berada di lahan belakang Masjid Agung, Senin (20/05/2024).

Kedatangan petugas ini di sambut Ketua Badan Pelaksana (Bapel) Masjid Agung Sultan AM Sulaiman Ir. H. Muhammad Bisyron dan langsung melihat tanaman hortikultura yang berada di lahan belakang Masjid Agung tersebut.

Salah satu petugas Pengelola Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S) Kecamatan Samboja Barat Farida Hanum, mengaku terkesan dengan keberadaan tanaman hortikultura yang ada di Masjid Agung.

Menurutnya, dengan adanya tanaman ini Masjid Agung bisa mengembangkan Pertanian Smart Agriculture. Dimana dengan sistem ini memanfaatkan teknologi dan inovasi sehingga kegiatan bertani menjadi lebih efektif dan efisien.

"Ini luar biasa ya, tinggal kita konsepkan ada penambahan lagi, tapi ini penataannya sudah benar apalagi kalau tanaman labu ini kita pindahkan sebelah depan pintu masuk jadi nuansanya nuansa pertanian di area belakang Masjid Agung, konsep makan apa yang kita tanam, tanam apa yang kita makan, kita mau kasih contoh umat Muslim bagaimana pemanfaatan pekarangan yang ada, " ujar Farida Hanum.

Ia mengatakan, bahwa ada program pemerintah Kabupaten Kukar salah satunya yakni Pemanfaatan Pekarangan dan Lingkungan (P2L) dan ini sudah sesuai. Dan ini konsepnya sangat luar biasa, Masjid Agung kebanggaan kita ada pekarangan tanaman, ada tanaman lombok, tomat, labu dan tanaman hortikultura lainnya.

"Yang belum ada disini kalau terintegrasi pertaniannya itu jangan hanya bicara pertanian kalau tidak punya ternak, karena hilirnya daripada peternakan awal dari pertanian. Jadi kalau kita mau bertani itu harus ada pupuk kandang, kalau kita disini karena tanahnya asam, jadi kalau kita banyak ke kimia itu kurang bagus, lebih baik ke organik, yang paling gampang ternak itu ayam petelur, jadi Masjid Agung bisa dapat pendapatan harian dari ternak ayam petelurnya, " tuturnya.

Kemudian lanjutnya, di lokasi ini juga harus ada kolam, kalau sekarang yang terintegrasi kolam bioflok airnya bisa dimanfaatkan, karena air daripada budidaya kolam ini dari ikan air tawar khususnya ikan lele, itu makannya high protein diatas 30 sampai 39 persen proteinnya, ini sangat berguna sekali untuk tanaman-tanaman yang ada di sekitar Masjid Agung ini dan bisa menjadi contoh Masjid lainnya di Kukar.

"Apalagi nanti jika ada kegiatan manasik haji cilik, anak-anak pasti lewatnya disini, jadi mereka bukan hanya melakukan kegiatan manasik haji di Masjid Agung, tapi mereka juga bisa melihat tanaman yang ada, jadi bisa dikatakan wisata Masjid. Dan ini juga mendukung program Bupati Kukar, karena program Bupati kita salah satunya makan apa yang kita tanam, tanam apa yang kita makan, kemudian pemanfaatan pekarangan, " tutupnya.

Sebelumnya, Bupati Kukar Edi Damansyah melakukan panen di lokasi tanaman ini dan sangat mengapresiasi apa yang telah dilakukan pengurus Bapel Masjid Agung.

"Kegiatan ini sangat kreatif yang dilakukan pengurus Badan Pelaksana Masjid Agung Sultan Aji Muhammad Sulaiman, dan semoga ini bisa menjadi percontohan bagi masjid lainnya, " tandasnya. (One)



Pasang Iklan
Top