• Selasa, 25 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pertemuan para pedagang pasar Tangga Arung Tenggarong.

TENGGARONG, (KutaiRaya.com) - Forum Pedagang Pasar dan Kaki Lima (FPPKL) Tangga Arung, Tenggarong Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menggelar rapat terkait rencana relokasi pasar Tenggarong ke Lapangan Pemuda yang akan dilakukan oleh Pemerintah Kabupaten Kukar dalam waktu dekat ini.

Rapat tersebut diadakan di Musholla Pasar Tenggarong pada Jumat (16/2/24) dan dihadiri oleh perwakilan Dinas Pekerjaan Umum Kukar, Ketua Forum RT Kelurahan Melayu, Kerabat Kesultanan Kutai Kartanegara Ing Martadipura, serta puluhan pedagang.

Ketua Forum Pedagang Pasar dan Kaki Lima (FPPKL) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), Muhammad Matrosit, menjelaskan bahwa rapat ini dilaksanakan untuk menindaklanjuti hasil rapat sebelumnya dengan Disperindag pada Kamis (15/2/24), yang menyebutkan bahwa relokasi pedagang akan dilakukan akhir bulan ini.

"Kami merasa terkejut dengan rencana mendadak ini. Kami belum mempersiapkan diri untuk pindah ke lokasi baru, proses pengundian juga belum dilakukan. Selain itu, puasa akan dimulai pada 10 Maret, sehingga waktu yang tersedia sangat singkat dan omzet kami meningkat di bulan tersebut,"ungkap Matrosit.

Para pedagang merasa cemas dengan rencana relokasi ini karena perputaran ekonomi pasar terhambat selama ini, sementara animo masyarakat sebagai pembeli juga menurun seiring dengan kenaikan harga kebutuhan pokok.

"Kami memohon kepada Pemkab Kukar untuk menunda relokasi hingga akhir lebaran. Kami berkomitmen untuk pindah dalam waktu paling lama seminggu setelah lebaran," jelasnya.

Matrosit juga menyampaikan bahwa proses pengundian lapak pedagang bisa dilakukan dua minggu ke depan agar saat pindah setelah lebaran, pedagang sudah mengetahui tempatnya masing-masing dan bisa mempersiapkan yang diperlukan.

"Ikatan masyarakat di pasar sangat solid, dan kami mengapresiasi dukungan dari forum RT dan LPM. Setelah ada kepastian dari dinas terkait, kami akan mengajukan surat resmi kepada Bupati dan Ketua DPRD sesuai hasil rapat," tambahnya.

Diketahui bahwa jumlah pedagang yang akan direlokasi mencapai sekitar 360 orang, dan pemerintah telah membangun fasilitas relokasi yang layak dan representatif.

"Kami siap untuk pindah, tapi kami meminta waktu hingga setelah lebaran. Harapannya, dengan relokasi ini, pusat ekonomi pasar bisa berpindah ke lokasi baru. Kami juga berharap dapat melaksanakan kegiatan keagamaan di lokasi baru seperti di pasar lama. Fasilitas di lokasi baru sangat lengkap dan kami bersyukur atas fasilitas yang telah disediakan," tutupnya. (dri)



Pasang Iklan
Top