
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Sekolah Arsitektur, Perencanaan, dan Pengembangan Kebijakan Institut Teknologi Bandung (SAPPK ITB) dan Fakultas Pertanian Universitas Kutai Kartanegara (Faperta Unikarta) menjalin kerja sama dalam penanganan lahan bekas tambang untuk ketahanan pangan berkelanjutan dan agrowisata.
Tim yang dipimpin oleh Ir. Budi Faisal, MAUD, MLA, Ph.D dari Kelompok Keahlian Perancangan Arsitektur, melibatkan sejumlah pihak yaitu Faperta Unikarta, Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI), dan Pemkab Kutai Kartanegara. Program ini merupakan bagian dari Program Pengabdian Masyarakat ITB, yang berfokus pada pengelolaan lahan pasca tambang untuk ketahanan pangan dan agrowisata di wilayah sekitar Ibu Kota Negara (IKN)
Ketua tim, Budi Faisal, menjelaskan bahwa program ini dilaksanakan bersama Faperta Unikarta, yang sebelumnya telah melakukan berbagai kegiatan terkait rencana investasi penanaman modal PT. Multi Harapan Utama ( dan kajian persepsi serta Sustainable Livelihood Approach (SLA). SLA memberikan rekomendasi untuk memanfaatkan kembali lahan pasca tambang sebagai lahan produktif pertanian.
Lahan pasca tambang ini memiliki potensi besar untuk dikembangkan sebagai lahan pertanian dan peternakan, serta dapat menjadi pusat agrowisata. Kolaborasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar wilayah IKN.
Program ini mencakup perencanaan, pengembangan desain, hingga realisasi perancangan. Tahap awal difokuskan pada perencanaan lanskap melalui tahap identifikasi kesesuaian lahan, kesiapan masyarakat, dan model pengembangan lanskap bekas tambang yang tepat. Budi menambahkan bahwa kegiatan ini dapat menjadi pilot project pengelolaan lahan bekas tambang berbasis ketahanan pangan dan agrowisata. Dengan melibatkan masyarakat Desa Margahayu dan Desa Jonggon Jaya di Kecamatan Loa Kulu, program ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi semua pihak.
Sementara Kepala Teknik Tambang PT (MHU), Aris Subagyo, mengungkapkan bahwa praktik pertambangan yang baik yang telah diterapkan di tambangnya di Kalimantan Timur. Dengan perencanaan yang baik dan disiplin dalam penerapannya, mereka berhasil menerapkan panduan (Towards Sustainability and Resiliency through Good Mining Practice.)
Program ini juga sejalan dengan komitmen ITB untuk berkontribusi dalam mewujudkan rencana strategis pemerintah Indonesia membangun Ibu Kota Negara di Kalimantan Timur. Sinergi antara SAPPK ITB, Faperta Unikarta, PERHAPI, dan Pemkab Kutai Kartanegara diharapkan dapat menciptakan pengembangan ekonomi berkelanjutan di wilayah sekitar IKN. (dri)