• Sabtu, 06 Desember 2025
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



(Wakil Bupati Kukar Rendi Solihin)


TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Wakil Bupati Kutai Kartanegara Rendi Solihin mengatakan, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara ingin memperkuat sektor pertanian dalam arti luas untuk mengurangi ketergantungan terhadap batu bara dan migas.

Diketahui, Kukar merupakan kabupaten terkaya di Indonesia. Hanya saja kekayaan tersebut sebagian besar berasal dari sumber daya alam (SDA) yang tak dapat diperbaharui. Kekayaan itu lambat laun akan habis, sehingga perlu mencari alternatif yang lain.

"Kita punya sektor pertanian dalam arti luas, dan ketika kami bertemu dengan petani penerima manfaat, mereka mengucapkan terimakasih karena tersentuh bantuan Pemkab Kukar. Kedepannya kita proyeksikan lebih banyak anggaran untuk pengadaan alat alat pertanian sesuai data kita," ujar Rendi Solihin beberapa waktu lalu.

Ia berharap, pembangunan pertanian berbasis kawasan dan program hilirisasi produk pertanian dapat menjadi solusi ketergantungan Kukar terhadap SDA yang tidak dapat diperbaharui.

"Di dalamnya, telah mengatur berbagai kebutuhan dasar para petani, di antaranya bantuan alat mesin pertanian (Alsintan) hingga pupuk. Selain itu, infrastruktur yang bakal dibangun Pemkab Kukar di antaranya 120 kilometer jalan usaha tani dan 120 titik embung, serta jaringan irigasi yang terintegrasi," tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini Kukar menjadi lumbung pangan terbesar di Kalimantan Timur, dengan menompang 44 persen gabah kering.

"Namun, tantangan yang akan dihadapi ke depan akan semakin besar. Mengingat akan terjadi migrasi atau perpindahan penduduk ke Ibu Kota Nusantara (IKN) yang diperkirakan mencapai jutaan orang. Hal ini menyebabkan ketersediaan pangan juga akan bertambah banyak. Oleh sebab itu, sektor pertanian di Kukar terus dikembangkan dan produktivitasnya terus digenjot, " pungkasnya. (One)



Pasang Iklan
Top