
Anggota DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, Senin (21/9/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kondisi kabut asap yang mengganggu aktivitas masyarakat di Kalimantan Timur turut menjadi perhatian DPRD Kaltim. Di tengah situasi tersebut, pasokan listrik diminta tetap terjaga agar masyarakat tidak menghadapi persoalan tambahan.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, mengatakan keandalan listrik menjadi penting ketika kualitas udara sedang memburuk. Karena itu, potensi gangguan jaringan yang masih dapat dicegah perlu diantisipasi sejak dini.
Menurutnya, masyarakat saat ini sudah dihadapkan pada dampak kabut asap dan kondisi udara yang mengkhawatirkan. Pemadaman listrik dikhawatirkan semakin menyulitkan aktivitas sehari-hari.
“Di tengah kabut asap dan kualitas udara seperti sekarang, pasokan listrik harus benar-benar dijaga. Jangan sampai masyarakat yang sudah terdampak asap justru menghadapi persoalan tambahan karena listrik padam,” ujarnya, Senin (21/9/2026).
Ia menilai kebutuhan listrik dalam kondisi tersebut tidak hanya berkaitan dengan penerangan. Pasokan energi juga diperlukan agar menjalankan berbagai perangkat rumah tangga yang menunjang kenyamanan dan kebutuhan masyarakat saat kualitas udara memburuk.
Sejumlah peralatan seperti kipas angin, pendingin ruangan, air purifier hingga pompa air membutuhkan pasokan listrik. Begitu pula perangkat komunikasi dan peralatan kesehatan yang digunakan sebagian masyarakat.
“Ketika asap sedang pekat kemudian listrik ikut padam, tentu kondisi masyarakat menjadi semakin sulit. Listrik dibutuhkan untuk membantu menjaga sirkulasi dan kenyamanan di dalam rumah, terutama bagi anak-anak, lansia maupun mereka yang memerlukan perhatian khusus,” katanya.
Karena itu, ia meminta PLN bersama instansi terkait meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga sistem kelistrikan. Gangguan yang berpotensi terjadi diharapkan dapat dipetakan dan ditangani sebelum berdampak kepada masyarakat.
Ia memahami pemeliharaan jaringan maupun kendala teknis dalam sistem kelistrikan tidak selalu dapat dihindari. Namun, pada kondisi seperti saat ini, keandalan pasokan dinilai perlu mendapat perhatian lebih.
“Pemeliharaan jaringan maupun persoalan teknis tentu ada. Namun dalam situasi sekarang, keandalan pasokan harus menjadi prioritas. Jika terdapat potensi gangguan, antisipasinya harus dilakukan dan informasinya juga perlu disampaikan secara baik kepada masyarakat,” tegasnya.
Dirinya menambahkan, Komisi III DPRD Kaltim akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap sektor energi, termasuk terkait pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat.
Ia berharap persoalan kabut asap tidak diperburuk dengan terjadinya pemadaman listrik secara bersamaan.
“Masyarakat jangan sampai menghadapi dua persoalan sekaligus, kabut asap dan listrik padam. Jika keduanya terjadi bersamaan tentu dampaknya akan semakin menyulitkan. Karena itu, pasokan listrik di Kaltim harus tetap aman dan terjaga,” pungkas Reza. (*Yud)