
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) memastikan program pembangunan berbasis kawasan mampu terealisasi dengan baik. Adapun kawasan yang telah ditetapkan ada 5 kawasan dengan luasan lahan lebih dari 1000 hektare. Yakni Kecamatan Sebulu, Muara Kaman, Tenggarong Seberang, Marangkayu dan Loa Kulu.
Sebagai upaya untuk mendukung program pembangunan kawasan tersebut adalah dengan memberikan bantuan berupa pupuk kepada para petani, terutama di 5 kawasan pertanian.
Belum lama ini Wakil Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) H Rendi Solihin telah menyerahkan pupuk granul (pupuk organik) kepada Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Mitra Tani Dusun Mekar Sari RT 8 Desa Buana Jaya sebanyak 74.250 kg (74 ton lebih), dan Bukit Makmur Dusun Suko Rejo Desa Bukit Pariaman sebanyak 81.300 kg (81 ton lebih) Kecamatan Tenggarong Seberang,
H Rendi Solihin mengungkapkan bahwa bantuan ini merupakan wujud program Kukar Idaman yang tertuang dalam RPJMD Kukar tahun 2021-2026. Salah satu programnya adalah pembangunan pertanian berbasis kawasan.
Program ini bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan para petani yang ada di wilayah Kukar. Saat ini yang di butuhkan para petani adalah infrastruktur jalan yang memadai, beberapa titik embung, dan irigasi persawahan.
"Saya berharap dengan bantuan yang kami berikan ini akan mendorong peningkatan produksi dan hasil pertanian, yang kemudian juga akan memberikan dampak terhadap peningkatan kesejahteraan para petani kita di Kukar." ujarnya.
Sementara Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar Sutikno menambahkan bahwa pembangunan berbasis kawasan sudah on progres dan selalu dilakukan pembenahan infrastruktur khususnya di 5 kawasan pertanian.
"Pembangunan ini dibantu dengan program karya bhakti TNI, sebelumnya di Sebulu Muara Kaman, kini beralih ke Tenggarong Seberang II itu kurang lebih 28 kilo meter jalan usaha tani sudah selesai dikerjakan." sebutnya.
Kemudian dilanjut lagi di Daerah Kecamatan Muara Kaman kurang lebih 11 kilo meter untuk perbaikan jalan usaha tani. Sementara untuk pembangunan 120 embung, jaringan irigasi, perbaikan pintu air dan dum parit sedang berjalan
"Dengan adanya program pembangunan berbasis kawasan ini kami berharap, pertanian secara spesifik terutama komoditas padi itu jelas. Artinya untuk kawasan yang lain bukan tidak di perhatikan tapi pak Bupati menginginkan pada 5 kawasan ini dengan lahan pertaniannya diatas 1000 hektare itu diprioritaskan." tutupnya. (*dri/adv)