• Sabtu, 07 Maret 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur




TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupeten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) bersama Kodim 0906/KKR, resmi mulai kick off Program Bedah Rumah Tidak Layak Huni bagi Masyarakat Pra Sejahtera di Kelurahan Bukit Biru, Tenggarong. Jumat (24/2/23) sore.

Kick Off ditandai dengan penyematan pin dan peralatan tukang yang dipimpin langsung Bupati Kukar Edi Damansyah didampingi Dandim 0906/KKR Letkol Inf Jeffry Satria, dan dihadiri Kepala OPD terkait, Camat Tenggarong Sukono, serta masyarakat Kelurahan Bukit Biru.

Diketahui terdapat 1.010 rumah tidak layak huni yang ada di 20 Kecamatan, dari data tersebut ada 201 rumah di wilayah hulu, 473 rumah di wilayah tengah dan sisa yaitu di pesisir Kabupaten Kukar. Sementara di Kelurahan Bukit Biru sendiri terdapat 16 rumah yang masuk data rehabilitasi rumah tidak layak huni.

Bupati Edi Damansyah mengatakan kegiatan ini merupakan awal dari program rehabilitasi rumah tidak layak huni menjadi layak huni. Jadi melalui Karya Bakti TNI, kerja sama Pemerintah Kabupaten Kukar bersama Kodim 0906/KKR.

"Seperti hari ini kita langsung melihat rumah yang menjadi sasaran penerima manfaat ini di rumah bapak Dayat. Jadi ini bukan bangun baru, nanti disalah artikan ini direhab saja, tidak berubah bentuk. Misalkan teknisnya rumah ini tidak ada pintu dan fentilasinya, kita buatkan sanitasi, jendela seperti enggak ada korsennya, kita buat korsen dan plafon diperbaiki. Sehingga ini layak untuk jadi hunian yang permanen." ujar Edi Jumat (24/2/23).

Edi menyebutkan bahwa targetnya ada 1.010 rumah yang sudah diverifikasi oleh tim Kodim bersama tim Pemkab Kukar. Tapi basis datanya adalah data kemiskinan ekstrem, yang diberikan oleh pemerintah pusat melalui Bappenas kepada Pemkab Kukar.

"Jadi ini bagian dari Realisasi Program Pengentasan Kemiskinan yang kita tetapkan di dalam Rumah Besar Pengetasan Kemiskinan Kukar."ungkapnya

Dimana, rumah besar ini tempatnya semua stakeholder, di sana bersatu, bekerja bersama. Misalkan rehab rumah ini target di APBD 1.010 rumah, terus nanti ada lewat desa melalui ADD itu minimal 3 rumah.

Kemudian para perusahaan melalui program pemberdayaan masyarakat tanggung jawab sosial juga memberikan kontribusi juga rehabilitasi rumah, khususnya pada ring ring satu di konsesi area perusahaan yang ada.

"Semoga kerja bersama ini bisa lebih luas lagi cakupannya dan masyarakat penerima manfaatnya lebih besar lagi jumlahnya."harapnya.

Sementara Dandim 0906/KKR Letkol Inf Jeffry Satria, menambahkan harapannya pada akhir 2023 paling tidak sekitar triwulan 3 atau triwulan 4 itu sudah selesai. Hal ini dilakukan supaya angka kemiskinan ekstrem hilang di tahun 2024 0% itu bisa tercapai.

"Kick Off ini merupakan awal dari terlaksananya program bedah rumah yang tidak layak huni. Harapan kita awal bulan depan sudah mulai, dari target yang sudah terverifikasi. Dan jangan sampai salah sasaran, orang yang tidak berhak menerima namun orang yang berhak tidak menerima itu. Kita tidak mau." pungkasnya. (*dri)



Pasang Iklan
Top