• Kamis, 22 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara



(Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry)


SAMARINDA (KutaiRaya.com) - Perlu ada forum pembauran nusantara. Forum itu akan jadi medium bersilaturahmi, baik pendatang maupun lokal dengan hadirnya IKN Nusantara.

Hal ini diungkapkan Sekretaris Komisi III DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry belum lama ini.

"Di forum tersebut mereka nuga bisa bahas persoalan-persoalan yang ada di IKN nantinya," ujar Sarkowi.

Politikus Golkar ini mengatakan, pembentukan forum itu penting, mengingat salah satu persoalan serius yang akan ditimbulkan dari hadirnya IKN Nusantara adalah interaksi sosial. Sebab di satu sisi, di IKN tetap ada masyarakat lokal namun ada pula masyarakat pendatang.

"Sehingga proses terjadinya interaksi ini kan ada 2 kemungkinan. Apakah nanti akan asosiatif ada asimilasi, akulturasi, kerja sama, atau disasosiatif? Di sana akan terjadi persaingan dan konflik," tambah Sarkowi.

Sarkowi menambahkan, jika nantinya forum tersebut terealisasi, maka Badan Otorita IKN juga bisa menjalin komunikasi. Terutama ketika ada persoalan-persoalan terjadi.

"Saya memahami bahwa sebagian besar masyarakat lokal dilanda kekhawatiran. Khawatir tidak mendapat perhatian yang layak. Kekhawatiran tersebut sudah semestinya diperhatikan pemerintah. Misalnya tenaga kerja, itu diambil dari luar Kaltim. Sementara itu, masyarakat Kaltim tidak dilibatkan. Kemudian muncul kecemburuan. Hal seperti ini harus ada perhatiannya," terangnya.

Untuk itu, Sarkowi berharap pemerintah harus mengantisipasi dan menangani potensi persoalan tersebut.

"Harus ada desain yang disiapkan agar tidak terjadi persaingan yang tidak sehat dan akhirnya menimbulkan konflik tertentu, maka perlu dibentuk forum pembauran Nusantara," pungkasnya. (One/Adv)

Pasang Iklan
Top