• Senin, 26 Februari 2024
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kabupaten Kutai Kartanegara





TENGGARONG (KutaiRaya.com) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II A Tenggarong tak tanggung-tanggung dalam memberikan pelayanan kesehatan dan perawatan bagi Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), selain menaikkan status poliklinik menjadi klinik, mengoptimalkan peran kader kesehatan yang berasal dari WBP serta bekerja sama dengan instansi pemerintah dalam melakukan screening. kesehatan.

Jajaran Lapas Kelas II A Tenggarong juga melaksanakan senam pagi rutin bagi WBP dan dalam 3 kali seminggu menghadirkan instruktur senam dari samarinda.

"Kami tidak ingin setengah-setengah dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik bagi WBP," ujar Agus Dwirijanto Kepala Lapas II A Tenggarong.

Menghadirkan instruktur senam ini pun bagian dari strategi agar menambah semangat WBP sekaligus dapat mempelajari gerakan-gerakan senam dari pihak yang berkompeten.

"Ini bagian dari strategi kami tidak hanya sekedar ingin memberikan semangat tapi juga agar WBP bisa mempelajari gerakan senam itu sendiri dan bisa mempraktikkannya," imbuh Agus Dwirijanto.

Hal ini juga sejalan dengan program strategis Direktorat Jenderal Pemasyarakatan melalui program Back to Basic Pemasyarakatan dalam bidang perawatan kesehatan WBP. Dimana setiap WBP berhak mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik sesuai dengan 10 prinsip Pemasyarakatan yakni perawatan kesehatan dasar.

Tentunya menjadi tantangan bagi seluruh jajaran Lapas Kelas II A Tenggarong dengan tingkat hunian yang overcapasitas sampai dengan 366% tetapi harus memberikan layanan kesehatan dengan baik.

Dimana saat ini (10/12) jumlah penghuni Lapas Kelas II A Tenggarong sebanyak 1284 orang dari kapasitas hunian sebanyak 350 orang.

Bagi Hesti, menjadi instruktur senam bagi WBP adalah pengalaman baru baginya.

"Saya sangat excited bisa dipercaya untuk mengisi senam bagi WBP, " tutupnya. (One)

Pasang Iklan
Top