
Sunggono
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara akan mengevaluasi Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), setelah kasus covid-19 semakin meningkat di Kukar.
Sekertaris Daerah Kukar Sunggono mengatakan, bahwa Bupati Edi Damansyah telah megamanatkan ketika rapat bersama membahas terkait Covid-19 supaya mengevaluasi di masing-masing sekolah yang ada atas keberlanjutan PTM.
"Diantaranya kriteria apa, bisa dilanjutkan atau tidak yaitu diminta untuk menghitung rasio antara rombel dengan jumlah siswa. Misalnya jumlah siswanya 300 rombelnya ada 20 itu bisa diasumsikan satu ruangan cuma 20 orang saja dan sebaliknya apabila jumlah siswanya banyak maka tidak dianjurkan untuk dilaksanakan PTM," kata Sunggono kepada KutaiRaya.com Jumat (11/2/2022) kemarin.
Kemudian cakupan vaksinasi, apakah ada yang terkonfirmasi positif atau tidak. Selanjutnya nanti akan koordinasikan dengan orang tua murid dan komite sekolah.
"Kami menghimbau kepada sekolah-sekolah mudah-mudahan bisa mematuhi yang menjadi peraturan daerah dan memastikan siswa dan tenaga pengajar mematuhi prokes termasuk sudah tervaksinasi seluruhnya sampai booster." ungkapnya.
Terpisah Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kukar Thauhid Aprilian Noor mengatakan pihaknya masih menunggu arahan dari satgas.
"Terakhir ada SKB Surat Edaran Empat Mentri itukan masih belum kita tindaklanjuti. Memang kita sekarang sedang melakukan pemetaan karena 50 persen itu tidak bisa kita berlakukan diseluruh sekolah di Kukar. Karena Kukar ini beda sama daerah lain rombelnya beda, seperti di daerah Hulu itu satu kelas isinya hanya 10 siswa." ujarnya.
Ia mengungkapkan saat ini baru dilakukan zonasi, setelah itu nanti baru diatur untuk PTMnya.
"Kami sudah menginstruksikan semua sekolah untuk siap, tapi lebih banyak sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar bisa menerima anak-anaknya divaksin." terangnya.
Lanjutnya dalam proses vaksin, peran orang tua murid dan sekolah bisa membantu, karena percepatan vaksin akan mempengaruhi perkembangan dari kasus covid.
"Kami meminta untuk orang tua yang belum paham terkait vaksin anak, bisa menanyakan ke pihak puskesmas. Karena tidak semua bisa divaksin kalau memang anaknya punya penyakit asma itu pasti tidak disarankan."pungkasnya. (*dri)