• Senin, 04 Mei 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Penampilan IWSS Kukar di Simpang Odah Etam Tenggarong.(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Ikatan Wanita Sulawesi Selatan (IWSS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) terus menunjukkan komitmennya dalam menjaga dan melestarikan budaya, khususnya budaya Bugis dan Sulawesi Selatan, meskipun berada di tanah perantauan.

Sekretaris IWSS Kukar, Hasna Badagu menjelaskan, komunitas ini sebenarnya telah lama terbentuk di Kukar. Namun, baru-baru ini IWSS mengalami pembaruan kepengurusan dengan adanya pergantian ketua.

"IWSS ini sudah lama ada di sini, tetapi tahun lalu kami melakukan pembaruan kepengurusan. Dari situ kami mulai lebih aktif mengembangkan kegiatan, khususnya di bidang seni dan budaya," ujarnya pada KutaiRaya.com, Sabtu (2/5/2026).

IWSS Kukar pada Sabtu (2/5/2026) malam minggu, berkesempatan untuk tampil di Simpang Odah Etam (SOE) di Tenggarong dengan tarian kreasi yang dibawakan langsung oleh para anggota.

Tarian tersebut merupakan hasil karya ibu-ibu IWSS sendiri, yang memadukan unsur budaya Sulawesi Selatan dengan budaya lokal Kutai.

"Kami membuat tarian kreasi yang dipadukan dengan tarian Kutai. Karena kita tinggal di sini, maka kami juga menjunjung budaya daerah setempat. Sesuai pepatah, di mana bumi dipijak, di situ langit dijunjung," jelasnya.

Saat ini, terdapat sekitar sembilan anggota yang aktif sebagai penari dalam komunitas tersebut. Meski jumlahnya tidak banyak, semangat untuk berkarya dan melestarikan budaya tetap tinggi.

IWSS Kukar juga memiliki tujuan untuk memberdayakan perempuan, khususnya ibu-ibu, agar tetap aktif dan produktif.

Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab generasi muda, tetapi juga bisa dilakukan oleh kaum ibu.

"Kami ingin memberikan ruang bagi ibu-ibu untuk berkreasi. Melestarikan budaya tidak harus selalu dilakukan oleh anak-anak, ibu-ibu juga bisa berperan aktif dalam hal ini," tambahnya.

Selain itu, IWSS Kukar turut mengapresiasi adanya panggung seni yang disediakan oleh Pemkab Kukar yang dinilai sangat membantu komunitas dalam menampilkan karya mereka.

"Dukungan pemerintah sangat luar biasa. Panggung seperti ini menjadi tempat bagi anak-anak muda dan komunitas untuk menampilkan potensi dan kreativitas mereka di bidang seni budaya," katanya.

Ia berharap, kedepannya dapat terus berkembang dan menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak di Kukar. Tidak hanya fokus pada seni budaya, mereka juga ingin turut berkontribusi dalam mendukung program pemerintah daerah serta kegiatan sosial lainnya.

"Kami berharap IWSS Kukar bisa terus berkolaborasi dan memberikan kontribusi, tidak hanya di bidang seni budaya, tetapi juga dalam berbagai aspek pembangunan di daerah," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top