
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, Jumat, (30/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong penyelesaian pembangunan Waterboom Pulau Kumala agar dapat kembali dinikmati masyarakat pada 2027.
Anggaran sebesar Rp 2,5 miliar telah melalui proses lelang dan sudah memiliki pemenang, namun pekerjaan masih menunggu penandatanganan kontrak.
Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengatakan, pemerintah daerah berharap fasilitas wisata tersebut dapat difungsikan pada momen libur Lebaran 2027.
Maka itu, proses administrasi yang masih berjalan perlu segera ditindaklanjuti agar pekerjaan dapat dimulai.
"Harusnya libur Lebaran 2027 sudah bisa kita nikmati. Nanti saya follow up lagi ke teman-teman dinas," kata Rendi kepada KutaiRaya.com, Jumat (30/10/2026).
Ia menjelaskan, penyelesaian Waterboom Pulau Kumala menjadi bagian dari perhatian Pemkab Kukar terhadap sejumlah fasilitas yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
Pemerintah daerah ingin memastikan aset yang telah dibangun dapat berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Menurutnya, pekerjaan yang akan dilanjutkan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut aman dan layak digunakan.
Dari hasil pengecekan sebelumnya, ditemukan kebocoran pada area waterboom yang perlu ditangani.
"Ketika dicek kembali, ternyata ada sedikit kebocoran. Kebocorannya halus, tetapi terjadi di beberapa bagian dan mengelilingi area," ujarnya.
Temuan ini menjadi perhatian agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh sebelum fasilitas dibuka kembali.
Pemkab Kukar berharap pekerjaan yang dilaksanakan melalui anggaran Rp 2,5 miliar dapat menjawab kebutuhan perbaikan dan mendukung pengoperasian waterboom.
Terkait kemungkinan penambahan anggaran pada tahun depan, ia menyebut hal itu belum menjadi pembahasan.
Pemerintah daerah perlu memastikan anggaran yang telah tersedia dapat digunakan dan pekerjaan yang sudah dilelang segera direalisasikan.
Ia menerangkan, pengelolaan Waterboom Pulau Kumala direncanakan berada dalam satu sistem pengelolaan, baik melalui perusahaan maupun pihak pengelola Pulau Kumala.
Dengan pengelolaan yang terarah, fasilitas tersebut diharapkan dapat beroperasi secara berkelanjutan dan tidak kembali terbengkalai.
Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap progres pekerjaan dan memastikan arahan Bupati Kukar terkait pemanfaatan bangunan yang belum berfungsi dapat ditindaklanjuti.
Pemkab Kukar berharap penyelesaian Waterboom Pulau Kumala dapat menambah pilihan wisata masyarakat, meningkatkan daya tarik kawasan, serta membuka peluang aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi. (Adv/Zar)