• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur

Diskominfo Kutai Kartanegara



Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin, Jumat, (30/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)

‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus mendorong penyelesaian pembangunan Waterboom Pulau Kumala agar dapat kembali dinikmati masyarakat pada 2027.
‎
‎Anggaran sebesar Rp 2,5 miliar telah melalui proses lelang dan sudah memiliki pemenang, namun pekerjaan masih menunggu penandatanganan kontrak.
‎
‎Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin mengatakan, pemerintah daerah berharap fasilitas wisata tersebut dapat difungsikan pada momen libur Lebaran 2027.
‎
‎Maka itu, proses administrasi yang masih berjalan perlu segera ditindaklanjuti agar pekerjaan dapat dimulai.
‎
‎"Harusnya libur Lebaran 2027 sudah bisa kita nikmati. Nanti saya follow up lagi ke teman-teman dinas," kata Rendi kepada KutaiRaya.com, Jumat (30/10/2026).
‎
‎Ia menjelaskan, penyelesaian Waterboom Pulau Kumala menjadi bagian dari perhatian Pemkab Kukar terhadap sejumlah fasilitas yang belum dapat dimanfaatkan secara optimal.
‎
‎Pemerintah daerah ingin memastikan aset yang telah dibangun dapat berfungsi dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
‎
‎Menurutnya, pekerjaan yang akan dilanjutkan tidak hanya berkaitan dengan penyelesaian fisik, tetapi juga memastikan fasilitas tersebut aman dan layak digunakan.
‎
‎Dari hasil pengecekan sebelumnya, ditemukan kebocoran pada area waterboom yang perlu ditangani.
‎
‎"Ketika dicek kembali, ternyata ada sedikit kebocoran. Kebocorannya halus, tetapi terjadi di beberapa bagian dan mengelilingi area," ujarnya.
‎
‎Temuan ini menjadi perhatian agar perbaikan dilakukan secara menyeluruh sebelum fasilitas dibuka kembali.
‎
‎Pemkab Kukar berharap pekerjaan yang dilaksanakan melalui anggaran Rp 2,5 miliar dapat menjawab kebutuhan perbaikan dan mendukung pengoperasian waterboom.
‎
‎Terkait kemungkinan penambahan anggaran pada tahun depan, ia menyebut hal itu belum menjadi pembahasan.
‎
‎Pemerintah daerah perlu memastikan anggaran yang telah tersedia dapat digunakan dan pekerjaan yang sudah dilelang segera direalisasikan.
‎
‎Ia menerangkan, pengelolaan Waterboom Pulau Kumala direncanakan berada dalam satu sistem pengelolaan, baik melalui perusahaan maupun pihak pengelola Pulau Kumala.
‎
‎Dengan pengelolaan yang terarah, fasilitas tersebut diharapkan dapat beroperasi secara berkelanjutan dan tidak kembali terbengkalai.
‎
‎Ia menegaskan, pemerintah daerah akan terus melakukan pemantauan terhadap progres pekerjaan dan memastikan arahan Bupati Kukar terkait pemanfaatan bangunan yang belum berfungsi dapat ditindaklanjuti.
‎
‎Pemkab Kukar berharap penyelesaian Waterboom Pulau Kumala dapat menambah pilihan wisata masyarakat, meningkatkan daya tarik kawasan, serta membuka peluang aktivitas ekonomi bagi pelaku usaha di sekitar lokasi. (Adv/Zar)



Pasang Iklan
Top