• Rabu, 04 November 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Mahasiswa Unikarta usai Konsolidasi di Unikarta, Selasa (3/11/2026).(Foto: Dok. Korlap Unikarta)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Mahasiswa Universitas Kutai Kartanegara (Unikarta) menyatakan siap bergabung dalam aksi demonstrasi jilid II yang akan digelar di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur (Kaltim).

Aksi tersebut melibatkan mahasiswa dari berbagai kampus dan elemen masyarakat untuk kembali menyuarakan sejumlah tuntutan kepada Pemerintah Provinsi Kaltim.

Mahasiswa Unikarta turut serta membawa aspirasi terkait penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), dampak kesehatan masyarakat akibat asap, hingga evaluasi sejumlah program pemerintah.

Koordinator lapangan (Korlap) mahasiswa Unikarta yang mengikuti aksi, Fajar Andika mengatakan, pihaknya telah melakukan konsolidasi untuk mempersiapkan keikutsertaan dalam demonstrasi tersebut.

Menurutnya, tuntutan yang dibawa masih mengacu pada 7 tuntutan dalam aksi sebelumnya, dengan tambahan 2 poin yang berkaitan dengan dampak karhutla dan desakan pencopotan pejabat.

"Mahasiswa Unikarta siap membersamai aksi jilid II. Ada tambahan 2 tuntutan, yaitu kompensasi bagi masyarakat yang terdampak ISPA (Infeksi Saluran Pernapasan Akut) dan desakan pencopotan Sudarno," ujarnya, Rabu (4/11/2026).

Ia menjelaskan, salah satu tuntutan yang dibawa mahasiswa, pihaknya meminta pemerintah menetapkan karhutla sebagai bencana nasional.

Mereka juga mendesak penutupan perusahaan yang terbukti melakukan pembakaran lahan, serta evaluasi terhadap aktivitas pertambangan.

Selain itu, mahasiswa meminta evaluasi terhadap sejumlah program pemerintah, termasuk program pendidikan gratis, Koperasi Desa Merah Putih (Kopdes), dan Makan Bergizi Gratis (MBG).

Ia menilai, pada periode kedua kepemimpinan Gubernur Kaltim saat ini, masih terdapat sejumlah persoalan yang dinilai belum tertangani secara maksimal.

Salah satunya dampak karhutla yang dirasakan masyarakat, termasuk mahasiswa yang mengalami gangguan kesehatan akibat kabut asap.

Ia mengemukakan, dampak tersebut menjadi alasan mahasiswa menambahkan tuntutan kompensasi bagi warga yang terdampak ISPA.

"Karhutla berdampak kepada masyarakat luas, termasuk mahasiswa. Kami meminta agar masyarakat yang terkena dampak mendapatkan kompensasi," ujarnya.

Melalui aksi jilid II tersebut, mahasiswa Unikarta berharap Gubernur Kaltim dapat bertemu langsung dengan mahasiswa dan mendengarkan tuntutan yang disampaikan.

Ia menegaskan, aksi tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi, sekaligus meminta pemerintah memberikan respons konkret terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

"Harapan kami, Gubernur bisa duduk bersama mahasiswa dan mendengarkan tuntutan yang kami sampaikan. Kami ingin ada respons dan tindak lanjut yang jelas," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top