
Dapur umum di posko bantuan kebakaran, Kamis (8/10/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pasca kebakaran di kawasan Danau Aji, Kelurahan Melayu, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memenuhi kebutuhan dasar warga terdampak dengan menyediakan dapur umum yang menyiapkan 300 porsi makanan setiap hari.
Melalui Dinas Sosial (Dinsos) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Pemkab Kukar memastikan bantuan pangan tetap tersedia selama masa tanggap darurat, sekaligus menyiapkan pola bantuan lanjutan agar kebutuhan setiap keluarga dapat terpenuhi.
Dapur umum tersebut mulai beroperasi pada Selasa (6/10/2026) dan dijadwalkan berlangsung hingga Kamis (8/10/2026).
Setelah itu, bantuan akan dilanjutkan melalui distribusi bahan makanan mentah yang bisa diolah sendiri oleh keluarga korban.
Kepala Dinsos Kukar, Rinda Desianti menjelaskan, pelayanan dapur umum memiliki batas waktu operasional maksimal 3 hari.
Kebijakan ini diterapkan karena penanganan korban kebakaran membutuhkan dukungan dalam jangka waktu lebih panjang.
"Standar kita untuk dapur umum maksimal 3 hari. Karena bencana ini sifatnya jangka panjang. Berbeda dengan bencana seperti banjir yang terkadang dalam satu hari sudah surut," ujar Rinda, Kamis (8/10/2026).
Menurutnya, pemerintah juga mempertimbangkan kondisi tempat tinggal para korban.
Tidak semua warga mengungsi di lokasi penampungan karena sebagian memilih tinggal sementara bersama keluarga atau kerabat.
Kondisi ini menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan bentuk bantuan berikutnya.
Pemkab Kukar akan mengalihkan sebagian dukungan pangan ke bahan mentah agar bisa dibagikan langsung kepada keluarga terdampak sesuai kebutuhan.
"Makanya nanti kita akan drop barang-barang mentah untuk didistribusikan ke masing-masing keluarga," tuturnya.
Selama dapur umum beroperasi, Dinsos dan BPBD menggabungkan pelayanan dalam satu lokasi untuk mendukung penyediaan makanan bagi warga.
Jumlah porsi yang dimasak juga terus disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.
Hal ini dilakukan karena bantuan makanan dari masyarakat dan para donatur terus berdatangan.
Pemerintah berupaya mengatur distribusi agar seluruh bantuan dapat dimanfaatkan secara optimal dan tidak berakhir menjadi makanan berlebih.
"Kalau kita tahu ada bantuan makanan yang datang, jumlah porsi yang disiapkan akan kita kurangi. Kita sesuaikan karena sumbangan dari warga juga banyak," katanya.
Selain mengatur jumlah makanan siap saji, Dinsos Kukar turut memastikan bahan pangan yang tersisa tetap bisa dimanfaatkan.
Apabila terdapat kelebihan bahan mentah, bahan tersebut akan disalurkan kembali kepada warga terdampak sehingga tidak terbuang percuma.
Untuk pelayanan sehari-hari, dapur umum biasanya menyediakan makanan pada siang dan sore hari.
Sementara itu, kebutuhan sarapan sebagian terbantu melalui makanan yang diberikan oleh para donatur.
Ia menambahkan respons masyarakat terhadap keberadaan dapur umum cukup baik.
Meskipun demikian, pemerintah menyadari kebutuhan setiap keluarga berbeda-beda, sedangkan penyediaan makanan massal harus mengikuti standar menu dan kemampuan pelayanan.
Melalui kerja sama Dinsos, BPBD, relawan, serta masyarakat, Pemkab Kukar berupaya menjaga ketersediaan bantuan pangan selama proses pemulihan berlangsung.
Pemerintah juga mendorong penyaluran bantuan yang terkoordinasi agar kebutuhan korban kebakaran dapat terpenuhi secara berkelanjutan dan tepat sasaran. (Adv/Zar)