
Kabid Pengembangan Ekraf Dispar Kukar Zikri Umulda.(Foto: Andri/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) tengah melakukan pembenahan terhadap kelembagaan ekonomi kreatif (ekraf) sebelum menjalankan program secara lebih luas di tingkat kecamatan.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan ekonomi kreatif memiliki skema yang jelas, termasuk dalam hal kelembagaan dan pengelolaan program di lapangan.
Kepala Bidang Pengembangan Ekonomi Kreatif Dispar Kukar, Zikri Umulda, mengatakan pihaknya saat ini masih melakukan evaluasi dan mencari skema yang tepat sebelum program ekraf dijalankan secara maksimal.
“Sementara ini untuk ekraf sendiri belum bisa kami jalankan. Kami harus memperbaiki dulu di internal ekrafnya, termasuk mencari skema yang tepat untuk menjalankannya,” ujar Zikri Minggu (27/9/2026).
Menurutnya, penguatan kelembagaan menjadi bagian penting sebelum program dikembangkan lebih jauh. Dispar Kukar juga masih melakukan penataan terhadap kepengurusan ekraf yang ada saat ini.
Zikri menyebut, kepengurusan yang sebelumnya ada saat ini belum berjalan secara optimal karena sejumlah pengurus telah mengundurkan diri. Kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diselesaikan sebelum program kembali dijalankan.
“Untuk ketuanya sementara ini belum ada. Semuanya masih dalam proses karena ada yang mengundurkan diri,” jelasnya.
Di tingkat kecamatan, Dispar Kukar sebelumnya telah menyiapkan skema pengembangan ekraf yang mencakup 20 kecamatan. Namun, penerapannya masih akan dievaluasi dan dapat mengalami penyesuaian.
Dari skema tersebut, dua wilayah yang telah mendapatkan surat keputusan (SK) yakni Kecamatan Kota Bangun dan Sanga-Sanga. Meski demikian, Zikri mengatakan keputusan tersebut masih dapat ditinjau kembali sebagai bagian dari proses pembenahan kelembagaan.
“Untuk 20 kecamatan sudah kami skemakan. Yang baru kami SK-kan itu Kota Bangun dan Sanga-Sanga. Namun, itu masih bisa kami evaluasi dan perbaiki lagi,” katanya.
Menurut Zikri, penguatan kelembagaan di tingkat kabupaten menjadi prioritas sebelum pengembangan ekraf diperluas hingga seluruh kecamatan.
Langkah tersebut diharapkan dapat menciptakan tata kelola yang lebih terarah sehingga program ekonomi kreatif di Kukar memiliki dasar kelembagaan yang kuat dan mampu berkembang sesuai potensi masing-masing wilayah.
Dengan pembenahan tersebut, Dispar Kukar menargetkan pengembangan ekraf ke depan tidak sekadar menjalankan kegiatan, tetapi juga membangun ekosistem yang mampu memberikan ruang bagi pelaku kreatif untuk tumbuh dan berkontribusi terhadap perekonomian daerah. (Adv/Dri)