
Lampu Penerangan Jalan Umum di Kukar, Kamis (17/9/2026).(Foto: KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) terus memperkuat penerangan jalan untuk membantu meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat berkendara.
Tahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar mengerjakan sekitar 4.000 titik Lampu Penerangan Jalan Umum (LPJU) yang tersebar hampir di seluruh kecamatan.
Pemasangan LPJU tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk membantu pengendara melihat kondisi jalan dengan lebih jelas, terutama saat malam hari.
Penerangan juga diharapkan dapat mendukung keselamatan lalu lintas di sejumlah ruas jalan yang memiliki aktivitas kendaraan cukup tinggi.
Kepala Dishub Kukar, Ahmad Junaidi mengatakan, pembangunan LPJU tahun ini mencakup wilayah hulu, tengah hingga pesisir Kukar.
"Tahun ini kurang lebih sekitar 4.000 titik, itu dari hulu, tengah maupun di wilayah pesisir, hampir tersebar di seluruh kecamatan," ujar Junaidi kepada KutaiRaya.com, Kamis (17/9/2026).
Ia menjelaskan pemasangan tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.
Salah satu prioritasnya adalah ruas jalan kabupaten yang memiliki tingkat aktivitas lalu lintas cukup padat.
Sejumlah lokasi yang menjadi perhatian, antara lain jalan menuju Pantai Ambalat di Kecamatan Samboja, wilayah Muara Jawa, serta ruas jalan di Muara Badak dan Kutai Lama, Kecamatan Anggana.
"Prioritas penanganan ini di jalan-jalan kabupaten yang cukup padat lalu lintasnya," tuturnya.
Pekerjaan pemasangan LPJU saat ini terus berjalan.
Ia menyebut progres pengerjaan secara keseluruhan telah mencapai sekitar 40 hingga 50 persen.
Ia menerangkan pemasangan LPJU membutuhkan beberapa tahapan, mulai dari penggalian lubang, pembuatan dan pemasangan fondasi, pemasangan tiang, penarikan kabel hingga tahapan instalasi lainnya.
Selain fondasi, proses penarikan kabel juga sudah dilakukan di sejumlah lokasi.
Dengan progres yang terus berjalan, Dishub Kukar menargetkan seluruh pekerjaan dapat diselesaikan sesuai masa kontrak.
"Kalau kontrak kita akhir Oktober, akhir Oktober sudah bisa menyala, insya Allah," katanya.
Terkait anggaran, ia mengaku belum dapat menyampaikan secara rinci karena besaran biaya setiap lokasi berbeda.
Hal ini dipengaruhi kondisi dan panjang ruas jalan yang menjadi lokasi pemasangan.
"Kalau anggaran saya agak lupa, detailnya lupa. Kegiatan-kegiatan itu ada yang Rp 200 juta per lokasi, tergantung lokasinya, ada yang pendek, ada yang panjang," ucapnya. (Adv/Zar)