
Wakil Ketua Panitia Erau, Sekaligus Pamong Budaya Disdikbud Kukar, Muhammad Saidar, Senin (14/9/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Persiapan pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kini telah mencapai sekitar 95 persen.
Namun, kondisi cuaca panas yang disertai kabut asap membuat panitia melakukan penyesuaian terhadap sejumlah rangkaian kegiatan.
Wakil Ketua Panitia Erau, Muhammad Saidar mengatakan, secara umum berbagai persiapan telah dilakukan, mulai dari kegiatan pra Erau hingga persiapan sejumlah venue yang menjadi lokasi pelaksanaan kegiatan.
"Sudah hampir 95 persen persiapan perencanaan Erau kita ini," kata Saidar kepada KutaiRaya.com, Senin (14/9/2026).
Ia menyebutkan pihaknya juga akan menggelar rapat besar bersama Bupati Kukar untuk membahas realisasi pelaksanaan Erau.
Sebelum rapat tersebut, akan dilaksanakan kegiatan Besawai di Keraton sebagai salah satu rangkaian pra Erau.
Selain itu, sejumlah kegiatan sebelum Erau juga telah dilaksanakan, seperti ziarah ke makam para raja dan sultan, baik di Tenggarong maupun Kutai Lama, Kecamatan Anggana.
Untuk persiapan teknis, tarian massal di Stadion Rondong Demang telah menjalani latihan selama kurang lebih setengah bulan.
Persiapan panggung di lapangan, lokasi ekspo, hingga panggung pentas seni juga mulai dilakukan.
Rangkaian Erau juga akan diisi dengan sejumlah kegiatan adat dan keagamaan, mulai dari Haul Jama
Untuk lokasi di Kutai Lama, panitia juga telah melakukan persiapan.
Di kawasan dekat pelabuhan, ada tersedia panggung yang nantinya digunakan untuk rangkaian kegiatan, termasuk ritual Ulur Naga.
Namun, kondisi cuaca menjadi salah satu perhatian panitia.
Cuaca yang cukup panas ditambah kondisi udara yang bercampur asap membuat sejumlah kegiatan harus disesuaikan.
Ia mengatakan, salah satu rangkaian yang untuk sementara tidak dilaksanakan adalah kirab budaya.
Panitia memilih memfokuskan kegiatan pada ritual sesembahan dengan melibatkan 5 kecamatan.
"Karena cuaca ini cukup panas, kasihan juga para peserta. Makanya kita laksanakan cuma kegiatan ritual sesembahan saja, memberikan hasil bumi kepada Yang Mulia Sultan," ujarnya.
Sehingga tidak seluruh rangkaian kegiatan Erau dilaksanakan, seperti rencana awal.
Penyesuaian tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi cuaca dan kenyamanan para peserta.
Terkait anggaran, ia menyebut nilai yang disiapkan untuk pelaksanaan Erau 2026 masih berada di kisaran Rp 15 miliar.
"Kalau saat ini masih. Kita kan hibah dari kabupaten ke pihak Kesultanan," katanya.
Sementara itu, panitia menargetkan sekitar 40 ribu pengunjung dapat hadir dalam pelaksanaan Erau Adat Kutai 2026.
Apalagi, Erau tahun ini masuk dalam Kalender Event Nusantara (KEN) 2026.
Menurutnya, selain pelestarian seni dan budaya, pelaksanaan Erau juga diharapkan mampu mendorong perputaran ekonomi masyarakat Kukar.
Ia menambahkan, peningkatan aktivitas ekonomi selama Erau nantinya juga akan menjadi perhatian.
Kementerian Pariwisata dijadwalkan datang untuk melihat dampak pelaksanaan kegiatan tersebut terhadap perekonomian daerah.
"Yang jelas peningkatan ekonomi, perputaran ekonomi di Kukar selama Erau ini akan kita hitung," sebutnya.
Sementara itu, salah seorang warga Kukar, Imelda menyambut baik keputusan panitia menyesuaikan sejumlah rangkaian Erau 2026 dengan kondisi cuaca saat ini.
"Menurut saya bagus ya, karena kondisi cuaca sekarang memang cukup panas dan kabut asap. Yang penting kegiatan adat Erau tetap berjalan, meskipun ada beberapa rangkaian yang disesuaikan," tuturnya.
Dia berharap semoga Erau tetap berjalan lancar, masyarakat tetap bisa ikut merasakan kemeriahannya, dan yang paling penting kesehatan serta kenyamanan peserta dan pengunjung juga diperhatikan. (*Zar)