• Sabtu, 12 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kukar, Ananias, Jumat (11/9/2026).(Foto: Dok. KutaiRaya.com)

‎‎
‎TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Musim kemarau mulai berdampak pada sejumlah lahan pertanian di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Namun, kondisi ini belum mengganggu ketersediaan pangan daerah yang dipastikan masih aman hingga akhir tahun.

‎Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kukar, Ananias mengatakan, stok pangan yang tersedia saat ini masih mencukupi kebutuhan masyarakat.

Bahkan, cadangan pangan pemerintah yang berada di Bulog masih sekitar 280 ton.

‎"Ketersediaan kita masih aman sampai akhir tahun. Kemudian cadangan pangan pemerintah juga masih lumayan besar. Stok kita di Bulog saat ini sekitar 280 ton," ujar Ananias kepada KutaiRaya.com, Jumat (11/9/2026).

‎Menurutnya, stok tersebut diperkirakan mampu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat hingga akhir 2026.

Meskipun demikian, pemerintah tetap memantau kondisi di lapangan, khususnya dampak kemarau terhadap tanaman pangan yang saat ini masih berada di lahan.

‎Ia mengatakan, pemerintah saat ini berupaya agar tanaman padi yang masih bisa diselamatkan tidak sampai mengalami kekeringan parah maupun gagal panen.

‎Namun, dampak kemarau sudah mulai ditemukan di sejumlah wilayah.

Beberapa titik pertanian dilaporkan mengalami gagal panen dan masih dalam proses pendataan serta verifikasi oleh pemerintah.

‎"Sudah ada beberapa titik, di antaranya di Tenggarong dan Loa Kulu. Kemudian daerah-daerah kecamatan lain juga masih kita kroscek," katanya.

‎Proses verifikasi dilakukan untuk memastikan seberapa luas lahan yang terdampak dan berapa banyak masyarakat yang mengalami kerugian akibat gagal panen.

‎Pendataan tersebut menjadi penting karena bantuan cadangan pangan pemerintah diberikan berdasarkan jumlah jiwa yang terdampak.

Pemerintah tidak hanya menghitung luas lahan yang mengalami kekeringan, tetapi juga memastikan masyarakat yang terdampak tercatat secara akurat.

‎"Cadangan pangan pemerintah ini by name by address, jadi jiwa yang kita hitung. Kita harus kroscek di lapangan, dari luasan yang terdampak kekeringan dan mengalami gagal panen itu berapa jiwa yang terdampak. Itu yang nanti kita intervensi," tuturnya.

‎Ia memastikan bantuan pangan tidak akan menunggu terlalu lama setelah proses verifikasi selesai.

Jika data dari lapangan sudah final, penyaluran dapat langsung dilakukan.

‎"Kalau verifikasi satu sampai dua hari ini selesai dan datanya sudah final, minggu ini akan kita salurkan. Kalau hari ini selesai, besok sudah bisa kita salurkan. Jangan sampai masyarakat Kukar mengalami kekurangan pangan, khususnya pangan pokok. Ini juga merupakan komitmen Bapak Bupati, masyarakat yang mengalami gagal panen harus di-support pangan pokoknya sehingga tidak terjadi kekurangan pangan," tuturnya.

‎Berdasarkan aturan daerah yang menjadi acuan, bantuan pangan diberikan selama 2 bulan atau 60 hari.

Setiap jiwa mendapatkan jatah 300 gram beras per hari, sehingga total bantuan mencapai 18 kilogram untuk satu orang selama 2 bulan.

‎"Tidak ada prioritas. Siapapun yang mengalami gagal panen, kita bantu. Bahkan satu atau dua jiwa yang mengalami gagal panen akan kita bantu," ujarnya.

‎Untuk memastikan tidak ada masyarakat yang terlewat, Disketapang Kukar menggandeng pemerintah desa dan penyuluh pertanian dalam proses pendataan.

‎".Jadi tidak ada prioritas mana-mana, intinya yang ada laporan gagal panen langsung kita intervensi, karena semuanya warga Kukar," katanya.

‎Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Kukar, Moh Rifani membenarkan dampak kemarau mulai dirasakan di sejumlah wilayah pertanian.

‎Beberapa daerah sudah terjadi gagal panen akibat kondisi lahan yang mengalami kekurangan air, seperti Tenggarong, khususnya Kelurahan Bukit Biru, serta Desa Loa Duri, Kecamatan Loa Janan.

‎"Sudah ada, banyak di beberapa kecamatan seperti di Tenggarong, Kelurahan Bukit Biru ada sekitar 100 hektare, kemudian yang sudah terjadi gagal panen di Desa Loa Duri Ulu, Loa Janan. Tapi kita akan terus berupaya, apa yang menjadi masalah kita coba untuk selesaikan, seperti kita support pompa air. Hal ini juga menjadi komitmen kita untuk menjaga ketersediaan pangan, kita pastikan mereka akan bisa panen," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top