
Salah satu kader PDI-P saat memeriksa tekanan darah sebelum melaksanakan donor darah dan pelantikan Baguna Kaltim, Sabtu (12/9/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : DPD PDI Perjuangan Kalimantan Timur melantik pengurus Badan Penanggulangan Bencana (Baguna) Kaltim periode 2025-2030 di Kantor DPD PDI Perjuangan Kaltim, Jalan A. Wahab Syahranie, Samarinda, Sabtu (12/9/2026).
Pelantikan yang mengusung tema “Tertawa dan Menangis Bersama Rakyat” tersebut turut dirangkai dengan kegiatan sosial berupa donor darah yang melibatkan keluarga besar PDI Perjuangan serta masyarakat Kota Samarinda.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan Kaltim, Ananda Emira Moeis, mengatakan keberadaan Baguna tidak semata-mata menjadi bagian dari struktur partai, tetapi memiliki tugas kemanusiaan dan sosial di tengah masyarakat.
Menurutnya, PDI Perjuangan ingin menunjukkan bahwa aktivitas partai tidak hanya berorientasi pada kontestasi politik maupun kemenangan dalam pemilu.
“Kami tidak melulu berbicara soal elektoral atau kemenangan pemilu. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana selalu dekat dengan masyarakat. Bukan hanya tertawa bersama masyarakat, tetapi ketika masyarakat mengalami kesulitan, kami juga harus hadir,” ungkapnya.
Ia menyebut, Baguna menjadi salah satu instrumen PDI Perjuangan agar menjalankan kegiatan kemanusiaan, terutama ketika masyarakat menghadapi bencana maupun kondisi darurat.
“Baguna merupakan wajah kemanusiaan PDI Perjuangan. Kami ingin keberadaannya benar-benar bisa bersama dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Sebelum pelantikan, DPD PDI Perjuangan Kaltim menggelar aksi donor darah. Kegiatan tersebut tidak hanya diikuti kader dan keluarga besar partai, tetapi juga dibuka untuk masyarakat yang sebelumnya diajak berpartisipasi melalui media sosial.
Ia berharap, donor darah tidak berhenti sebagai kegiatan yang digelar bersamaan dengan pelantikan Baguna. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkala.
“Donor darah sangat membantu masyarakat, terutama pasien yang membutuhkan ketersediaan darah. Kami berharap Baguna nantinya dapat bersama masyarakat secara rutin menggalang kegiatan donor darah,” jelasnya.
Selain donor darah, Baguna juga diarahkan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial dan penanggulangan bencana. Pelayanan tersebut antara lain membantu kebutuhan ambulans bagi masyarakat yang sakit maupun berduka hingga turun pada penanganan bencana.
Dirinya menilai, keberadaan Baguna cukup penting di Kalimantan Timur mengingat karakteristik wilayah yang menghadapi berbagai potensi bencana, mulai dari banjir hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Jaringan Baguna yang berada di tingkat cabang kabupaten dan kota juga diharapkan mempercepat respons ketika terjadi bencana di daerah.
Menurutnya, keterlibatan tersebut telah dilakukan di sejumlah wilayah, termasuk Berau dan Kutai Timur. Baguna bersama kader PDI Perjuangan turun membantu masyarakat, salah satunya melalui pembagian masker saat wilayah terdampak asap.
“Baguna ada di setiap cabang kabupaten dan kota. Ketika terjadi bencana atau musibah, kami ingin bisa bergerak bersama keluarga besar PDI Perjuangan untuk membantu masyarakat,” katanya.
Dirinya juga menanggapi dinamika politik menjelang Pemilihan Wali Kota (Pilwali) Samarinda setelah sejumlah partai mulai memunculkan figur yang berpotensi diusung.
Ia memastikan, PDI Perjuangan juga melakukan persiapan dan memiliki kader yang berpeluang didorong pada kontestasi Pilwali Samarinda. Namun, menurutnya, agenda politik tersebut bukan menjadi fokus utama partai saat ini.
“Yang pasti kami mempersiapkan. PDI Perjuangan tentu memiliki kader yang bisa diusung dalam kontestasi Pemilihan Wali Kota Samarinda. Tetapi hari ini fokus kami adalah bagaimana bekerja untuk masyarakat,” tegasnya. (*Yud)