
Munas XVII ISKA digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, 11 September 2026, di Hotel Novotel Balikpapan, pada hari Jumat (11/9/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Musyawarah Nasional (Munas) XVII Ikatan Sarjana Katolik Indonesia (ISKA) digelar di Kota Balikpapan, Kalimantan Timur, 11–13 September 2026. Forum nasional tersebut menjadi momentum bagi ISKA untuk memperkuat konsolidasi organisasi, sekaligus menegaskan peran kaum intelektual Katolik dalam menjawab berbagai persoalan bangsa.
Ketua Panitia Munas XVII ISKA, Bernatal Saragih, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 150 peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mewakili seluruh pulau di Tanah Air.
“Munas XVII ini merupakan momentum yang sangat penting untuk melakukan evaluasi terhadap perjalanan organisasi, merumuskan arah kebijakan yang lebih visioner, memperkuat konsolidasi nasional, serta memilih kepemimpinan yang mampu membawa ISKA semakin relevan dalam menjawab tantangan-tantangan zaman,” kata Bernatal, di Hotel Novotel Balikpapan, pada hari Jumat (11/9/2026).
Menurut Bernatal, tema tersebut bukan sekadar slogan, tetapi menjadi panggilan moral bagi seluruh anggota ISKA untuk meneguhkan peran sebagai kaum intelektual Katolik yang mampu menghadirkan solusi terhadap berbagai persoalan bangsa.
“Keadilan menjadi landasan terciptanya kehidupan yang bermartabat, sedangkan kesejahteraan merupakan tujuan bersama yang harus dapat dirasakan oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali,” ujarnya.
Ia berharap Munas XVII menjadi titik tolak untuk memperkuat persaudaraan, meningkatkan kualitas pengabdian, serta memperkokoh komitmen ISKA dalam menghadirkan karya nyata bagi gereja, bangsa dan negara.
Sementara itu, Wakil Wali Kota Balikpapan Bagus Susetyo menyambut kedatangan para pejabat negara, tokoh serta seluruh delegasi ISKA dari berbagai daerah di Indonesia.
Bagus mengatakan, Pemkot Balikpapan merasa bangga karena dipercaya menjadi tuan rumah forum nasional tersebut.
“Merupakan suatu kehormatan dan kebanggaan yang luar biasa bagi kami karena Kota Balikpapan dipilih menjadi tuan rumah penyelenggaraan forum nasional yang sangat bermartabat ini,” kata Bagus.
Menurutnya, Balikpapan sebagai kota penyangga utama sekaligus gerbang menuju Ibu Kota Nusantara (IKN) terbuka untuk mendukung agenda-agenda strategis nasional yang memberikan dampak positif bagi pembangunan bangsa.
Ia juga menilai tema Munas XVII ISKA sangat relevan dengan tantangan pembangunan saat ini, khususnya di Kalimantan Timur seiring dengan pembangunan IKN.
Bagus menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya berorientasi pada pembangunan fisik. Pembangunan harus berjalan beriringan dengan keadilan sosial dan pemerataan kesejahteraan.
“Pembangunan fisik yang megah harus berjalan selaras dengan tegaknya keadilan sosial dan terwujudnya kesejahteraan yang merata bagi seluruh lapisan masyarakat,” ujarnya.
Bagus mengatakan Balikpapan merupakan salah satu gambaran kemajemukan Indonesia. Saat ini tercatat sebanyak 131 etnis dan paguyuban yang tergabung dalam forum paguyuban di Kota Balikpapan.
Meski dihuni masyarakat dengan latar belakang yang beragam, menurutnya kondisi sosial di Balikpapan tetap kondusif dan tidak terjadi konflik horizontal.
“Ini menjadi kebanggaan khususnya bagi Kota Balikpapan dan umumnya Provinsi Kalimantan Timur, terlebih karena IKN ditetapkan berada di Sepaku,” katanya.
Dalam menghadapi pembangunan IKN dan menuju Indonesia Emas 2045, Pemkot Balikpapan menempatkan peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai salah satu pilar utama pembangunan daerah.
Kebijakan tersebut dilakukan melalui perluasan akses pendidikan bermutu, peningkatan kompetensi tenaga kerja melalui sertifikasi keahlian, penguatan literasi digital, hingga peningkatan layanan kesehatan.
Bagus menegaskan masyarakat Balikpapan harus menjadi bagian aktif dari pembangunan yang berlangsung di kawasan IKN dan sekitarnya.
“Keadilan dan kesejahteraan sejati hanya dapat diwujudkan apabila masyarakat kami tidak sekadar menjadi penonton, melainkan menjadi aktor utama yang kompeten dalam roda pembangunan nasional ini,” tegasnya.
Dalam konteks tersebut, ia menilai ISKA memiliki posisi strategis sebagai wadah kaum intelektual yang dapat memberikan pemikiran dan gagasan untuk mendukung pembangunan.
Pemkot Balikpapan, lanjutnya, membutuhkan kontribusi pemikiran dari para sarjana untuk merumuskan strategi peningkatan kualitas SDM di tengah perubahan besar yang terjadi akibat pembangunan IKN.
“Kami meyakini ISKA memiliki kapasitas keilmuan, integritas, dan komitmen moral yang tinggi untuk terus mengawal pembangunan bangsa berlandaskan nilai-nilai Pancasila,” katanya.
Selain agenda persidangan di Hotel Novotel Balikpapan, seluruh peserta Munas XVII ISKA juga dijadwalkan melakukan kunjungan lapangan ke kawasan IKN.
Bagus berharap kunjungan tersebut dapat memberikan gambaran langsung mengenai perkembangan pembangunan IKN sekaligus memperkuat semangat kolaborasi antara kaum intelektual, pemerintah dan berbagai elemen masyarakat dalam membangun masa depan Indonesia.
Ia pun berharap Munas XVII ISKA menghasilkan keputusan strategis, program kerja yang aplikatif serta kepemimpinan baru yang mampu membawa organisasi semakin berkontribusi bagi bangsa dan negara. (Las)