• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Pelaksanaan Shalat Istisqa di Lapangan Kantor Bupati Kukar, Rabu (2/9/2026), (foto:Achmad Nizar/KutaiRaya).


TENGGARONG, KutaiRaya.com: Setelah matahari terbit, lapangan Kantor Bupati Kutai Kartanegara (Kukar) sudah dipenuhi masyarakat yang akan mengikuti salat istisqa, Rabu (2/9/2026).

Doa dipanjatkan agar hujan segera turun, setelah kemarau panjang melanda Kabupaten Kukar.

Salat istisqa tersebut digelar sebagai bentuk ikhtiar menghadapi dampak kemarau, mulai dari kekeringan, kebakaran hutan dan lahan (karhutla), hingga kesulitan air bersih yang dirasakan masyarakat di sejumlah wilayah.

Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri mengatakan, pelaksanaan salat istisqa diharapkan menjadi ikhtiar bersama agar hujan segera turun dan membawa berkah bagi seluruh masyarakat.

"Harapan kita dengan melaksanakan shalat ini segera diturunkan hujan di seluruh penjuru Kabupaten Kukar. Dampak kemarau panjang ini menyebabkan kekeringan, kebakaran, kesulitan air bersih, bahkan sawah-sawah kita tidak teraliri air sebagaimana mestinya," ujar Aulia.

Menurutnya, doa agar diturunkan hujan juga dilakukan bersama oleh umat agama lain dengan tujuan yang sama, berharap kondisi kemarau segera berakhir.

Selain persoalan kekeringan, ia juga menyoroti kondisi kualitas udara di Kukar yang dalam beberapa wilayah berada di atas angka 50 berdasarkan Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU).

"Kalau dibandingkan kabupaten lain di Kaltim, kondisi Kukar masih lumayan bagus. Namun karena angkanya sudah di atas 50, kami menyarankan masyarakat menggunakan masker ketika berada di luar ruangan," katanya.

Ia menyebutkan salah satu kecamatan yang sempat mengalami kondisi udara tidak sehat adalah Wonotirto, Samboja.

Pemerintah daerah juga terus melakukan pemantauan dan penanganan titik api.

"Di daerah Samboja dan Muara Jawa sempat terjadi titik api. Kami melakukan pemadaman dan hari ini kami mendapat laporan sudah zero titik api di sana. Tetap kami pantau karena ada limpahan asap dari kabupaten dan kota lainnya," tuturnya.

Sementara itu, Ketua MUI Kukar, KH Abdul Hanan mengemukakan, salat istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar masyarakat untuk memohon kepada Allah SWT agar hujan segera diturunkan.

Ia mengajak masyarakat tidak hanya berdoa melalui salat istisqa, tetapi juga terus memanjatkan doa dalam keseharian.

"Ini semua yang kita harapkan. Kita adakan salat istisqa sebagai ikhtiar. Setiap tahajud dan dhuha kita juga memohon agar hujan segera diturunkan," ucapnya. (*zar)



Pasang Iklan
Top