
Kondisi terkini Pasar Sepinggan pasca kebakaran.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Dinas Perdagangan Kota Balikpapan menyiapkan anggaran sekitar Rp4,6 miliar untuk penataan kawasan Pasar Sepinggan pascakebakaran. Anggaran tersebut digunakan untuk pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS), perbaikan petak pedagang, serta penyempurnaan sejumlah fasilitas penunjang.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Haemusri Umar mengatakan, saat ini pihaknya tengah melakukan penataan lahan dan konsolidasi data pedagang sebagai bagian dari persiapan pembangunan.
“Penataan lahan dan konsolidasi data sudah dilakukan oleh Dinas Perdagangan. Mulai tanggal 15 Agustus kontrak dan insyaallah akan dikerjakan selama tiga bulan atau 90 hari kalender,” kata Haemusri, pada hari Kamis, 27 Agustus 2026.
Pekerjaan dijadwalkan berlangsung mulai 15 Agustus hingga 14 November 2026. Dalam proyek tersebut, pemerintah akan membangun 97 petak baru dan memperbaiki 22 petak pada bangunan utama.
Dengan demikian, total terdapat 119 petak yang akan dibangun maupun diperbaiki dari sekitar 250 petak yang terdampak kebakaran.
Menurut Haemusri, pembangunan TPS akan menggunakan konsep semi permanen. Pilihan tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pedagang sekaligus kondisi keterbatasan anggaran pemerintah.
“Pemerintah hanya bisa membantu semi permanen untuk pelaksanaan kegiatan itu karena kita juga mengalami efisiensi sehingga alokasi dana cukup terbatas,” ujarnya.
Penataan kawasan tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik TPS. Disdag Balikpapan juga memasukkan tiga aspek utama dalam pekerjaan, yakni pembangunan TPS, perbaikan drainase, serta penataan pedestrian atau jalur pejalan kaki.
Haemusri menilai ketiga aspek tersebut perlu ditangani secara bersamaan agar pembangunan TPS tidak berdiri sendiri tanpa didukung sarana, prasarana, dan utilitas yang memadai.
Di sisi lain, Pemkot Balikpapan memperketat persyaratan bagi pedagang yang akan menempati TPS. Pedagang yang berhak mendapatkan petak harus memiliki Surat Izin Pemanfaatan Tempat Berusaha (SIPTB), masih aktif berjualan, serta telah melunasi retribusi.
“Kalau ada tunggakan-tunggakan, segera diselesaikan supaya mereka juga bisa memiliki itu. Tiga ketentuan ini sudah menjadi komitmen kita untuk ditaati seluruh pedagang,” tegasnya.
Haemusri mengatakan, pemerintah tetap membangun petak sesuai data penerima yang telah ditetapkan. Namun, pedagang yang masih memiliki tunggakan retribusi diminta menyelesaikan kewajibannya sebelum menempati fasilitas yang dibangun menggunakan anggaran pemerintah.
Terkait masa penggunaan TPS, Haemusri menyebut fasilitas tersebut ditargetkan dapat dimanfaatkan pedagang hingga lima tahun. Hal itu mempertimbangkan kondisi fiskal daerah yang masih menghadapi keterbatasan anggaran.
“Kita mengoptimalkan bagaimana TPS ini bisa dirasakan oleh pedagang itu sampai lima tahun,” katanya.
Sementara itu, kawasan bekas kebakaran Pasar Sepinggan telah dibersihkan dan dinyatakan siap untuk memasuki tahap penataan dan pembangunan.
Pemkot Balikpapan berharap pembangunan TPS dan perbaikan fasilitas dapat berjalan sesuai jadwal, sehingga aktivitas perdagangan pedagang terdampak kebakaran dapat segera kembali berjalan dengan lebih tertib dan layak.
Salah seorang pedagang pasar Sepinggan Balikpapan, Ibu Suroto berharap pemerintah segera membangun kembali fasilitas bagi para pedagang agar mereka tidak harus berjualan di tepi jalan yang dinilai kurang aman dan tidak nyaman bagi pembeli. "Harapannya cepat diperbaiki supaya kami tidak berjualan di pinggir jalan lagi," ujarnya.
Meski kehilangan mata pencaharian yang telah digelutinya selama lebih dari empat dekade, Suroto tetap menyampaikan doa kepada pemerintah agar upaya pemulihan segera terealisasi.
Seperti diketahui saat kejadian kebakaran, Ibu Suroto tengah meninggalkan kios sejenak untuk ke kamar kecil. Lapaknya dijaga oleh sang anak. Namun ketika kembali, kobaran api sudah membesar dan tidak lagi bisa diselamatkan.
"Saya sedang buang air kecil, warung dijaga anak. Pas saya datang, api sudah besar. Saya juga tidak tahu asal apinya dari mana," kenangnya.
Yang membuatnya semakin terpukul, sebagian besar barang dagangan tersebut baru saja dibelinya untuk mengisi stok. "Padahal saya baru belanja. Semua barang habis terbakar," katanya. (Las)