
Kebakaran kios Pasar Sepinggan, Jumat, 31 Juli 2026.(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)
BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai menyiapkan revitalisasi Pasar Sepinggan pascakebakaran pada hari Jumat, 31 Juli 2026 yang menghanguskan ratusan lapak pedagang. Pemerintah akan menggunakan Belanja Tidak Terduga (BTT) untuk membangun kios sementara, agar aktivitas perdagangan dapat kembali berjalan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, penyediaan kios sementara menjadi langkah penting untuk memulihkan aktivitas perekonomian sekaligus memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Melalui BTT, kita buatkan kios-kios sementara sehingga aktivitas perekonomian kita tetap berjalan. Itu penting sekali karena menyangkut kebutuhan kita,” kata Rahmad, pada hari Rabu (26/8/2026).
Ia mengimbau para pedagang memanfaatkan fasilitas yang disediakan pemerintah dengan sebaik-baiknya. Rahmad juga menekankan pentingnya pembagian kios secara adil, agar tidak menimbulkan persoalan perebutan lahan.
Menurutnya, pedagang yang sebelumnya berjualan di kawasan pasar tersebut tetap akan difasilitasi untuk kembali berdagang. Namun, kondisi kios sementara membuat kapasitas lapak harus disesuaikan.
“Yang sudah berjualan di sana harus berhak mendapat kios untuk berjualan kembali. Tapi karena ini sifatnya sementara, kita jangan memonopoli. Kita sama-sama mencari makan dan jangan sampai yang lain terabaikan,” ujarnya.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul adanya informasi sejumlah pedagang keberatan menempati kios sementara karena sebelumnya memiliki lebih dari satu lapak, sementara dalam penataan baru mereka hanya memperoleh satu kios.
Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Balikpapan Haemusri Umar menjelaskan, saat ini pemerintah masih melakukan penataan lahan dan konsolidasi data pedagang terdampak. Tahapan pembangunan dijadwalkan mulai 15 Agustus dan berlangsung selama 90 hari kalender.
“Penataan lahan dan konsolidasi data sudah dilakukan Dinas Perdagangan. Kontraknya mulai 15 Agustus sampai 14 November 2026, dengan masa kerja tiga bulan,” jelas Haemusri.
Dari total 250 petak yang terdampak kebakaran, pemerintah akan melakukan perbaikan terhadap 119 petak. Selain itu, pembangunan Tempat Penampungan Sementara (TPS) bagi pedagang juga akan dilakukan secara bertahap.
Haemusri menyebut kios yang dibangun bersifat semi permanen. Konsep tersebut disesuaikan dengan kebutuhan pedagang sekaligus mempertimbangkan keterbatasan anggaran pemerintah.
“Yang kita lakukan semi permanen. Pedagang juga meminta jangan hanya standar, tetapi sifatnya semi permanen. Namun, kita juga mengalami efisiensi sehingga alokasi dana terbatas. Pemerintah hanya bisa membantu pembangunan semi permanen,” pungkasnya.
Pembangunan kios sementara ini diharapkan dapat mempercepat pemulihan aktivitas perdagangan di Pasar Sepinggan, sekaligus memberikan kepastian bagi pedagang terdampak untuk kembali menjalankan usahanya. (Las)