
B-Connect yang dapat dipantau langsung dari Kantor Dinas Perhubungan Kota Balikpapan, pada hari Selasa (25/8/2026).(Foto: Sulastri/Kutairaya.com)
BALIKPAPAN, (Kutairaya.com): Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai memperkuat sistem pemantauan lalu lintas dan keamanan kota melalui B-Connect, pusat pemantauan yang kini dapat dipantau langsung dari Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Balikpapan.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan, keberadaan B-Connect memberikan sejumlah manfaat, terutama dalam memantau pergerakan lalu lintas, aktivitas kendaraan hingga membantu penanganan insiden yang membutuhkan respons cepat.
“Positifnya adalah mampu memantau pergerakan jalan, pergerakan warga, termasuk juga kalau ada insiden yang diperlukan seperti tindakan kriminal. Itu bisa langsung kita pantau,” kata Rahmad, pada hari Selasa, 25 Agustus 2026.
Menurutnya, sistem tersebut mampu merekam aktivitas secara detail, termasuk tanggal dan waktu kejadian. Dengan demikian, rekaman kamera dapat menjadi salah satu pendukung dalam menjaga keamanan dan kondusivitas Kota Balikpapan.
“Artinya, mudah-mudahan sistem ini akan mampu tetap menjaga kondusif Kota Balikpapan. Ini pesan secara langsung kepada warga dan khususnya yang punya niat tidak baik terhadap Kota Balikpapan, itu akan terpantau,” ujarnya.
Di sisi lain, Rahmad mengakui teknologi pemantauan seperti B-Connect juga memiliki konsekuensi terhadap aspek privasi. Karena itu, informasi yang bersifat pribadi tidak akan dibuka kepada masyarakat umum.
Ia menegaskan, sistem tersebut bersifat terbatas dan data yang menyangkut privasi tetap dijaga.
“Ini silent dan sifatnya privasi, tidak akan dibuka untuk publik. Tapi saya hanya mengingatkan bahwa pergerakan kita, pergerakan kendaraan, itu akan terpantau dengan jelas,” katanya.
Pemkot Balikpapan bahkan berencana memperluas jaringan CCTV pada tahun depan. Kamera pemantau ditargetkan tidak hanya berada di ruas jalan utama, tetapi juga menjangkau kawasan permukiman dan gang.
“Insyaallah tahun depan di setiap sudut Kota Balikpapan, termasuk perumahan dan gang, akan dipasang juga CCTV,” tutur Rahmad.
Menurut dia, perluasan sistem pengawasan tersebut ditujukan untuk memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat.
“Harus tenang warga Kota Balikpapan. Kita ingin memberikan jaminan kepada warga bahwa kita hidup dalam keadaan aman dan nyaman,” tegasnya.
Rahmad mengatakan, B-Connect juga diarahkan untuk terkoneksi dengan kepolisian dan sejumlah perangkat daerah. Integrasi tersebut diharapkan mempercepat koordinasi ketika terjadi persoalan lalu lintas maupun kejadian yang membutuhkan penanganan.
Ia juga menginginkan sistem tersebut dapat membantu pengawasan terhadap kendaraan dinas agar penggunaannya sesuai ketentuan.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Balikpapan Muhammad Fadli Fathurrahman mengatakan pihaknya telah siap menjalankan fungsi B-Connect. Saat ini, Dishub masih menunggu konfirmasi kesiapan dari pihak kepolisian, khususnya unsur lalu lintas, untuk mendukung konektivitas sistem.
“Kami sudah siap untuk mengaktualisasikan apa yang menjadi fungsi dan kegunaan daripada B-Connect tersebut. Tinggal kita menunggu konfirmasi langsung dengan lantas seperti apa kesiapannya sehingga bisa terkoneksi,” jelas Fadli.
Ia menjelaskan, informasi dalam B-Connect nantinya akan terbagi menjadi dua kategori, yakni informasi lalu lintas yang dapat diakses masyarakat dan data yang bersifat privat.
Informasi publik akan diarahkan untuk membantu masyarakat mengetahui kondisi lalu lintas secara terkini sebelum melakukan aktivitas.
“Manfaat dari B-Connect adalah kita akan membagi dua informasi database terkait masalah lalu lintas. Itu akan bisa dinikmati oleh masyarakat umum dan ada juga yang tidak bersifat publik, itu sifatnya private,” katanya.
Dengan sistem tersebut, masyarakat nantinya dapat memperoleh informasi terkini mengenai kondisi lalu lintas sebagai bahan pertimbangan sebelum bepergian.
“Ini tentunya akan bisa membawa nuansa baru sesuai dengan kebutuhan masyarakat, yakni mengetahui seperti apa traffic lalu lintas ketika ingin beraktivitas setiap harinya. Itu akan kita sampaikan secara update nanti,” ujarnya.
Fadli menambahkan, Dishub juga telah menyiapkan langkah tindak lanjut untuk memastikan informasi yang diperoleh dari sistem dapat diikuti dengan tindakan di lapangan.
“Dinas Perhubungan sudah siap untuk melakukan action plan, untuk melakukan penindakan secara nyata di lapangan,” pungkasnya. (Las)