
Perwakilan PTK Golkar saat pengambilan formulir pendaftaran bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Kukar di Sekretariat DPD Partai Golkar Kukar, Senin (24/8/2026).(Foto:Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Bursa pencalonan Ketua DPD Partai Golkar Kutai Kartanegara (Kukar) telah dibuka.
Pada hari pertama pendaftaran, sejumlah kader dan perwakilan Pengurus Tingkat Kecamatan (PTK) Golkar telah mengambil formulir untuk mengusulkan bakal calon.
Ketua Steering Committee (SC) Musda XI DPD Golkar Kukar, Junaidi mengatakan, pada hari ini terdapat 6 perwakilan PTK yang mengambil berkas pendaftaran untuk calon yang mereka dukung.
"Saya kurang tahu PTK mana saja tadi, tetapi mereka mengambil untuk salah satu calon yang mereka dukung," ujar Junaidi di Sekretariat Golkar Kukar, Senin (24/8/2026).
Meskipun demikian, nama calon yang didukung belum diumumkan.
Menurutnya pengambilan formulir tidak mewajibkan pihak yang mengambil berkas langsung menyebutkan nama calon yang akan diusung.
Nama-nama bakal calon baru akan terlihat setelah proses pengembalian berkas dan verifikasi persyaratan selesai dilakukan.
"Terkait siapa yang didukung, nanti akan kita lihat saat pengembalian berkas yang dijadwalkan tanggal 26 sampai 28 Agustus," katanya.
Ia menjelaskan, pendaftaran calon Ketua DPD Golkar Kukar terbuka bagi kader yang memenuhi persyaratan.
Setiap kader juga diperbolehkan mengambil formulir meski belum menentukan atau menyampaikan nama calon yang akan didukung.
"Pada saat pengambilan formulir memang tidak harus menyebutkan nama calon, karena ini terbuka untuk umum. Nanti pada tahap verifikasi yang menentukan memenuhi syarat atau tidak," ujarnya.
Ia menyebutkan, proses verifikasi akan dilakukan pada 28 Agustus setelah tahapan pengembalian berkas selesai.
Selanjutnya, hasil verifikasi bakal calon yang memenuhi persyaratan akan diumumkan pada 29 Agustus.
"Misalnya dari 5 berkas yang diambil, ternyata yang memenuhi syarat hanya 2 atau 3 berkas. Karena kita tidak menutup akses siapapun untuk mengambil formulir terkait pendaftaran calon Ketua Golkar," ucapnya.
Menurutnya, kader Golkar yang belum memiliki jabatan struktural tertentu tetap memiliki kesempatan untuk maju sebagai calon Ketua DPD, selama memenuhi seluruh persyaratan yang telah ditetapkan.
"Kalau anggota Golkar biasa tetapi mendapatkan dukungan, boleh mencalonkan, asal memenuhi syarat. Syaratnya ada 7 dan ada 4 dokumen yang harus disiapkan," ujarnya.
Salah satu syaratnya dukungan minimal 30 persen dari total suara yang tersedia dalam Musda.
Dengan jumlah 25 suara, bakal calon setidaknya membutuhkan 8 dukungan untuk memenuhi syarat pencalonan.
"Kalau mendapatkan dukungan 8 suara, maka sudah memungkinkan untuk menjadi bakal calon," tuturnya.
Sementara itu, Ketua Organizing Committee (OC) Musda XI DPD Golkar Kukar, Heri Asdar membenarkan pada hari pertama pembukaan pendaftaran sudah ada kader atau perwakilan yang mengambil berkas pencalonan.
"Artinya masih ada peluang bagi yang lain, masih ada peluang bagi kader-kader lain untuk mencoba," katanya.
Ia mengatakan, pihaknya masih menunggu proses pengambilan dan pengembalian berkas hingga batas waktu yang telah ditentukan.
Dari proses tersebut nantinya akan terlihat siapa saja kader yang serius maju dalam Musda.
"Mungkin sampai tanggal 26-28 kita sudah bisa tahu siapa calonnya. Hari ini kita sambil melihat calon-calon yang lain dan yang mendaftarkan dari kader-kader Partai Golkar," katanya.
Salah satu pihak yang ikut mengambil formulir adalah dari perwakilan PTK Golkar Tenggarong.
Ketua PTK Golkar Tenggarong, Denny Ruslan mengatakan, ada 5 ketua PTK yang hadir untuk mengambil formulir pencalonan.
Namun, ia menegaskan pihaknya belum menentukan satu nama calon yang akan diusung.
Sejumlah nama masih dibahas dan akan dikomunikasikan bersama sebelum akhirnya mengerucut pada calon yang dianggap paling tepat.
"Kami yang hadir saat ini ada 5 ketua PTK, mengambil formulir yang nantinya akan kami kembalikan beserta nama calon ketua DPD," ujarnya.
Ia mengemukakan, keputusan mengenai nama calon masih dalam tahap pembahasan internal.
Hal itu karena masing-masing kader maupun pengurus memiliki pilihan dan pertimbangan masing-masing.
"Untuk sementara ini kawan-kawan masih menghitung-hitung siapa yang kira-kira akan dimajukan. Karena ini banyak orang, semua punya calon masing-masing. Jadi nanti kita rundingkan dulu, kemudian akan mengerucut mungkin satu atau dua nama calon," tuturnya. (*Zar)