• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Bupati Kukar Aulia Rahman Basri, Jumat (22/8/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)

TENGGARONG, KutaiRaya.com: Kabut asap akibat kebakaran lahan mulai terasa di sejumlah Kecamatan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar).

Kondisi ini membuat Pemkab Kukar meminta sekolah mengurangi aktivitas di luar ruangan untuk mengurangi paparan asap terhadap para pelajar.

Imbauan ini disampaikan Bupati Kukar, Aulia Rahman Basri usai pelantikan pejabat pimpinan tinggi pratama, administrator dan pengawas di Pendopo Odah Etam, Jumat (21/8/2026).

Ia mengatakan, asap dalam beberapa hari terakhir mulai semakin terasa di tengah masyarakat.

Maka itu, pemerintah mengingatkan masyarakat untuk membatasi kegiatan di luar ruangan dan menggunakan pelindung diri jika harus beraktivitas di luar rumah.

"Memang menyikapi kondisi akhir-akhir ini, di mana asap semakin terasa di tengah-tengah kita," ujarnya.

Perhatian khusus diberikan kepada lingkungan sekolah.

Ia meminta kegiatan belajar maupun aktivitas sekolah yang digelar di luar ruangan untuk sementara dikurangi.

"Sehingga anak-anak kita itu minim terpapar dengan asap ini," ujarnya.

Menurutnya, Pemkab Kukar masih memantau perkembangan kondisi udara di sejumlah kecamatan.

Hingga saat ini, pemerintah belum menerapkan kebijakan khusus terkait proses pembelajaran akibat kabut asap.

"Sampai sekarang belum, karena kita juga masih memonitor terus dengan teman-teman yang ada di kecamatan," katanya.

Namun, kebijakan ini dapat berubah apabila kondisi udara semakin memburuk.

Pemerintah akan melihat situasi di lapangan sebelum menentukan langkah berikutnya, termasuk kemungkinan menyesuaikan metode pembelajaran bagi para murid.

"Tidak menutup kemungkinan kalau seandainya situasi semakin tidak memungkinkan, maka kita akan menggunakan metode-metode pengajaran sebagaimana yang dibutuhkan kondisi di lapangan," tuturnya.

Selain membatasi kegiatan luar ruangan, Pemkab Kukar juga menyiapkan opsi pembagian masker gratis bagi anak-anak, apabila kondisi kabut asap semakin membutuhkan penanganan.

Ia memastikan pemerintah daerah masih memiliki anggaran untuk penanganan bencana yang dapat digunakan, jika diperlukan untuk melindungi masyarakat dari dampak kabut asap.

"Secara pos anggaran, untuk anggaran bencana kita memang masih tersedia," ucapnya.

Ia menambahkan pembagian masker akan dilakukan apabila hasil pemantauan menunjukkan langkah tersebut memang dibutuhkan di lapangan.

Sementara itu, Kepala SMPN 3 Tenggarong, Sariyani mengatakan, pihaknya turut memperhatikan kondisi kabut asap yang mulai terasa di Kecamatan Tenggarong.

Pihaknya akan mengikuti imbauan pemerintah dengan mengurangi aktivitas murid di luar ruangan.

"Ini untuk menjaga kesehatan dan kenyamanan siswa selama berada di sekolah. Kalau kondisi asap cukup pekat, kami imbau menggunakan masker," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top