• Jum'at, 14 Agustus 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Sholat ghaib yang dilakukan oleh jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Kota Samarknda bersma warga binaan. Kamis (13/02026). (Foto:Abi/KutaiRaya).

SAMARINDA,(KutaiRaya.com): Suasana duka menyelimuti keluarga besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Samarinda.

Jajaran petugas bersama Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) menggelar salat gaib untuk mendoakan almarhum Endang Lintang Hardiman, Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kalimantan Timur (Kaltim), yang berpulang pada Rabu (12/8/2026) malam kemarin.

Salat gaib dilaksanakan setelah salat Zuhur di Masjid As-Shalihin Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Kamis (13/8/2026).

Seluruh peserta mengikuti rangkaian ibadah dengan khusyuk sebagai bentuk penghormatan, sekaligus ungkapan belasungkawa atas kepergian almarhum.

Kepala Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda, Puang Dirham, menyampaikan bahwa kepergian Endang Lintang Hardiman meninggalkan duka mendalam bagi jajaran Pemasyarakatan di Kaltim.

"Bagi kami, beliau bukan hanya seorang pimpinan, tetapi juga sosok orangtua yang selalu memberikan perhatian, bimbingan, dan keteladanan kepada kami," ujar Puang.

Menurutnya, sosok almarhum selama menjalankan tugas mampu membangun hubungan yang hangat dengan jajaran.

Kehadiran beliau tidak hanya dirasakan dalam kapasitas sebagai pimpinan, tetapi juga sebagai figur yang memberikan arahan dan perhatian kepada para petugas.

"Banyak arahan dan nasihat beliau yang menjadi bekal bagi kami dalam menjalankan tugas dan pengabdian di Pemasyarakatan," katanya.

Puang menuturkan kepribadian almarhum yang hangat membuat sosoknya begitu dekat dengan jajaran.

Sehingga kepergian Endang Lintang Hardiman menjadi kehilangan besar bagi keluarga besar Pemasyarakatan.

"Beliau adalah pribadi yang mampu menghadirkan rasa kekeluargaan. Kebaikan dan keteladanan beliau akan selalu kami kenang," ucapnya.

Pelaksanaan salat gaib tersebut juga menjadi sarana bagi seluruh jajaran dan WBP untuk bersama-sama memanjatkan doa bagi almarhum.

Doa dipanjatkan agar Allah SWT memberikan ampunan, rahmat, serta menempatkan almarhum di tempat terbaik di sisi-Nya.

"Kami mendoakan semoga seluruh amal ibadah beliau diterima. Kami juga mendoakan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan dan ketabahan," tutur Puang.

Ia menambahkan rasa kehilangan yang dirasakan jajaran tidak mengurangi semangat untuk meneruskan pengabdian dan amanah yang selama ini dijalankan.

Keteladanan serta pesan-pesan almarhum diharapkan tetap menjadi motivasi bagi seluruh insan Pemasyarakatan dalam melaksanakan tugas.

Seluruh rangkaian salat gaib berlangsung tertib, khidmat, dan penuh haru.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wujud solidaritas keluarga besar Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda dalam memberikan penghormatan terakhir kepada almarhum Endang Lintang Hardiman.

Melalui doa bersama ini, jajaran Lapas Narkotika Kelas IIA Samarinda berharap keluarga almarhum diberikan keikhlasan dan ketabahan.

Sedangkan bagi jajaran Pemasyarakatan, kenangan, arahan, dan keteladanan almarhum akan menjadi bagian dari perjalanan pengabdian yang terus dilanjutkan. (abi)



Pasang Iklan
Top