• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud, pada Rapat Kerja KONI Balikpapan Tahun 2026, di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, Sabtu (8/8/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Posisi Balikpapan sebagai salah satu mitra dan penyangga utama Ibu Kota Nusantara (IKN) dinilai harus diikuti dengan peningkatan kualitas olahraga daerah. Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mendorong KONI dan seluruh pemangku kepentingan olahraga membangun sistem pembinaan yang lebih profesional, terukur dan berkelanjutan.

Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud mengatakan perkembangan kawasan IKN menuntut adanya lompatan dalam berbagai sektor, termasuk olahraga. Oleh karena itu, standar prestasi atlet, kualitas organisasi serta tata kelola olahraga di Balikpapan harus terus ditingkatkan.

“Kita ingin atlet-atlet Balikpapan kelak menjadi tuan rumah yang tangguh dan berprestasi di tanah sendiri maupun kancah nasional,” kata Rahmad, pada Rapat Kerja KONI Balikpapan Tahun 2026, di Hotel Grand Tiga Mustika Balikpapan, pada hari Sabtu (8/8/2026).

Pernyataan tersebut disampaikan dalam konteks Rapat Kerja KONI Kota Balikpapan yang menjadi momentum evaluasi sekaligus penyusunan program pembinaan olahraga ke depan.

Menurut Rahmad, peningkatan prestasi tidak cukup hanya mengandalkan kemampuan atlet. Ekosistem pendukung mulai dari sarana olahraga, pembinaan usia dini, kualitas pelatih hingga penerapan ilmu pengetahuan olahraga harus diperkuat secara bersamaan.

Salah satu perhatian utama adalah ketersediaan sarana dan prasarana olahraga. Pemkot Balikpapan berkomitmen melakukan perawatan dan pembenahan fasilitas olahraga secara bertahap, agar dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan.

Di sisi lain, keterlibatan sektor swasta melalui program tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR juga dinilai perlu dioptimalkan untuk mendukung pengembangan fasilitas olahraga.

Rahmad menekankan, fasilitas yang tersedia harus dikelola secara profesional sehingga tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar menjadi ruang pembinaan bagi atlet, terutama generasi muda.

“Peningkatan kualitas sarana dan prasarana olahraga adalah harga mati untuk mencetak atlet juara,” tegasnya.

Pemkot juga mendorong pembinaan atlet dilakukan sejak usia dini melalui sistem yang terstruktur dan berjenjang. Sinergi antara KONI, cabang olahraga, sekolah, klub lokal dan institusi pendidikan dinilai menjadi kunci untuk menemukan serta mengembangkan bibit atlet potensial.

Pendekatan pembinaan juga diarahkan tidak lagi hanya bertumpu pada latihan fisik. Rahmad meminta penerapan sport science mulai diperkuat untuk memantau berbagai aspek yang memengaruhi performa atlet, termasuk kondisi fisik, kebutuhan gizi dan psikologi.

“Prestasi besar tidak lahir secara instan, melainkan melalui proses pembinaan usia dini yang terstruktur dan berjenjang,” ujarnya.

Selain pembinaan atlet, Rahmad mengingatkan pentingnya tata kelola anggaran yang transparan dan akuntabel. Anggaran pembinaan yang bersumber dari pemerintah harus dipastikan digunakan secara tepat sasaran dan memberikan dampak terhadap peningkatan prestasi.

Ia berharap Rapat Kerja KONI Balikpapan tidak berhenti sebagai agenda organisasi, tetapi menghasilkan evaluasi yang jujur serta program kerja yang realistis dan inovatif.

“Atas nama Pemerintah Kota Balikpapan, saya menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada jajaran KONI Kota Balikpapan yang terus berkomitmen dalam membangun dan memajukan olahraga di Kota Balikpapan,” katanya.

Pemkot Balikpapan memastikan dukungan terhadap insan olahraga akan terus diberikan. Sinergi antara pemerintah, KONI, cabang olahraga, pelatih, atlet, dunia pendidikan dan sektor swasta diharapkan mampu membentuk ekosistem olahraga yang lebih kuat seiring meningkatnya peran Balikpapan sebagai bagian penting dari kawasan IKN. (Las)



Pasang Iklan
Top