
Suasana di pinggir sungai yang diduga menjadi tempat terjunnya sepasang suami istri, Kamis (6/8/2026), (foto:Achmad Nizar/KutaiRaya).
TENGGARONG,(KutaiRaya.com):Keramaian mendadak terjadi di kawasan Jalan KH Ahmad Mukhsin, Kelurahan Timbau, Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar), setelah sepasang suami istri terlihat terjun ke Sungai Mahakam, Kamis (6/8/2026) sekitar pukul 19.00 WITA.
Peristiwa ini sempat membuat warga dan relawan yang berada di sekitar lokasi panik.
Belakangan diketahui pria tersebut diduga berusaha menyelamatkan perempuan yang lebih dulu masuk ke sungai.
Namun, saat berada di tengah sungai, pria itu mengalami kram pada bagian kaki sehingga kesulitan untuk kembali ke tepian.
Kondisi ini membuat sejumlah relawan ikut turun tangan untuk memberikan pertolongan.
Salah seorang relawan, Dito mengatakan, kejadian ini bermula dari persoalan pribadi antara keduanya.
Berdasarkan informasi yang ia dengar di lokasi, pasangan tersebut sempat terlibat cekcok terkait masalah rumah tangga dan dugaan perselingkuhan.
"Saya dengar awalnya mereka sempat debat sedikit. Masalah keluarga, saling menuduh soal perselingkuhan," ujarnya di lokasi usai penyelamatan.
Menurutnya, pria tersebut sempat berusaha membujuk perempuan itu agar pulang bersama.
Namun, perempuan tersebut lebih memilih pulang menggunakan transportasi sendiri.
"Si laki-laki itu mengejar ceweknya untuk pulang, tapi perempuan ini mau pulang sendiri. Si cowoknya tidak mau karena ingin menjelaskan masalahnya," kata Dito.
Ia menambahkan, situasi berubah ketika perempuan tersebut terjun ke sungai.
Pria itu ikut masuk ke sungai dengan maksud menyelamatkannya.
"Setelah itu perempuan tersebut loncat ke sungai, kemudian si laki-laki ikut loncat," tuturnya.
Saat berada di dalam air, pria tersebut justru mengalami kram sehingga tidak mampu melanjutkan upaya mengejar perempuan tersebut.
Sejumlah relawan yang melihat kondisi itu segera memberikan pertolongan.
"Yang laki-laki itu sudah tidak kuat karena kram dan hampir tenggelam. Jadi kami yang membantu menyelamatkan laki-laki," ujarnya.
Ia mengatakan, ada beberapa orang yang ikut membantu dalam proses pertolongan tersebut.
Dua relawan turun membantu, ditambah pihak keluarga atau kerabat yang berada di lokasi.
"Jadi kami bersama-sama membantu yang laki-laki," katanya.
Sementara itu, perempuan tersebut diketahui berada lebih jauh dari posisi pria ketika proses pertolongan berlangsung.
Ia mengemukakan, orang pertama yang berusaha mengejar perempuan tersebut adalah pria yang bersamanya.
"Yang pertama menyelamatkan itu karena dia mengejar perempuan ke tengah. Setelah itu dia kram, sehingga kami fokus membantu dia," tuturnya.
Peristiwa ini menarik perhatian masyarakat sekitar.
Warga yang berada di sekitar Jalan KH Ahmad Mukhsin berdatangan ke tepian Sungai Mahakam untuk melihat proses pertolongan.
Sementara itu, Komandan Tim Regu II Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kukar, Muhammad Idris mengatakan, pihaknya langsung mengerahkan personel setelah menerima laporan.
"Saya kurang mengetahui secara pasti kronologinya. Saya hanya menerima laporan dan anggota Damkar langsung sigap menuju lokasi," katanya usai evakuasi korban.
Saat ditemukan, kondisi perempuan tersebut dalam keadaan tidak sadarkan diri.
Tim mengamankan korban yang saat itu mulai terbawa ke arah tengah sungai.
"Tetapi anggota kami sudah lebih dulu mengamankan korban. Alhamdulillah proses penyelamatan berjalan lancar dan tidak ada kendala. Tidak ada masalah terkait kegelapan, pencahayaan ataupun hambatan lain saat evakuasi berlangsung," ujarnya.
Setelah berhasil dievakuasi, korban segera dibawa menuju Pelabuhan Pulau Kumala.
Ambulans yang telah siap di lokasi langsung membawa korban ke RSUD Aji Muhammad Parikesit untuk mendapatkan penanganan medis.
Ia memastikan proses evakuasi berlangsung cepat dan korban berhasil diselamatkan.
"Yang jelas respons Damkar berlangsung cepat dan alhamdulillah korban berhasil dievakuasi dengan selamat," ucapnya. (*zar)