• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Alsintan yang akan disalurkan pada petani, Kamis (6/8/2026), (foto:Achmad Nizar/KutaiRaya).

TENGGARONG,(KutaiRaya.com): Memasuki musim kemarau, Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara (Pemkab Kukar) menyalurkan sejumlah alat dan mesin pertanian (alsintan) kepada kelompok tani untuk membantu menjaga produktivitas pertanian dan mempercepat pekerjaan di lapangan.

Bantuan ini mencakup alat untuk pengolahan lahan, pengairan hingga proses panen.

Sebanyak 13 unit alsintan disalurkan kepada kelompok tani di sejumlah kecamatan di Kukar.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dinas Pertanian dan Peternakan Kukar, Nazyарudin mengatakan, bantuan ini merupakan program pemerintah yang disalurkan untuk meningkatkan efektivitas usaha tani.

"Bantuan alsintan ini merupakan program pemerintah yang direalisasikan sebagai upaya meningkatkan produktivitas sektor pertanian," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Kamis (6/8/2026) di UPTD Balai Benih dan Palawijaya Kukar.

Menurutnya, keberadaan alsintan diharapkan dapat membantu petani mulai dari tahapan sebelum panen hingga proses setelah panen.

Terlebih, kondisi musim kemarau membuat kebutuhan terhadap sarana pendukung pertanian semakin penting.

Bantuan lainnya berupa traktor roda 4 dan troda 2 yang dapat digunakan kelompok tani dalam pengolahan lahan.

"Bantuan ini disesuaikan dengan kebutuhan petani di lapangan. Untuk menghadapi musim kemarau kami menyalurkan pompa air. Kemudian untuk kebutuhan panen ada combine harvester, sedangkan untuk pengolahan lahan ada traktor roda empat dan roda dua," ujarnya.

Ia mengemukakan, seluruh bantuan ini berasal dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian.

Pengadaan bantuan dilakukan berdasarkan usulan kebutuhan yang disampaikan kelompok tani melalui pemerintah daerah.

Dalam penyaluran kali ini, ada 4 unit combine harvester, 1 unit traktor roda empat, 5 unit traktor roda dua dan 3 unit pompa air.

Bantuan ini diberikan kepada sejumlah kelompok tani di beberapa wilayah Kukar, seperti Kecamatan Tenggarong, Anggana, Samboja dan Marangkayu.

Ia menjelaskan, mekanisme pemberian bantuan tidak ditentukan sepihak oleh dinas.

"Seluruh usulan berasal dari kebutuhan dan aspirasi kelompok tani yang kami rangkum dan ajukan ke Kementerian Pertanian. Setelah disetujui, bantuan tersebut disalurkan kepada kelompok tani penerima,"ucapnya.

Salah satu penerima bantuan, Manajer Brigade Pangan asal Desa Sebuntal, Kecamatan Marangkayu, Yusran Basri mengaku bersyukur mendapatkan bantuan combine harvester dari pemerintah.

Kelompoknya menerima satu unit combine harvester yang akan digunakan untuk mendukung kegiatan pertanian, khususnya dalam proses panen padi.

"Sekarang sedang musim kemarau. Alhamdulillah sebelumnya kami juga sudah menerima bantuan pompa air, sehingga sangat membantu petani menghadapi musim kemarau," katanya.

Dengan adanya pompa air, petani masih dapat melanjutkan kegiatan tanam, meskipun kondisi cuaca cukup kering.

"Iya, masih tetap lanjut," ucapnya.

Yusran memperkirakan hasil panen pada periode kali ini berpotensi mengalami sedikit penurunan akibat faktor cuaca.

"Tapi sebelumnya hasil panen cukup baik, apalagi dengan adanya bantuan-bantuan dari pemerintah," jelasnya.

Ia berharap ke depannya pertanian semakin maju dan pemerintah terus memberikan perhatian agar kesejahteraan petani semakin meningkat. (*zar)



Pasang Iklan
Top