
Ketua KONI Kaltim saat memimpin rapat, Kamis (23/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)
SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kalimantan Timur melanjutkan rangkaian dialog bersama cabang olahraga (cabor) dengan mengundang 47 cabor kategori harapan dan pembinaan, Kamis (23/7/2026).
Pertemuan tersebut difokuskan agar memetakan kebutuhan pembinaan, mengevaluasi penggunaan anggaran, serta menyusun langkah strategis dalam meningkatkan prestasi olahraga di daerah.
Kegiatan ini merupakan lanjutan dari forum sebelumnya yang mempertemukan KONI Kaltim dengan 21 cabang olahraga unggulan dan andalan. Melalui forum tersebut, setiap cabor diberi kesempatan menyampaikan berbagai kendala yang dihadapi, mulai dari pembinaan atlet, kebutuhan program latihan, hingga dukungan pendanaan.
Ketua Umum KONI Kaltim, H. Anderiy Syachrum, mengatakan pihaknya sengaja membuka ruang komunikasi yang lebih intensif agar seluruh persoalan yang dihadapi cabang olahraga dapat dibahas secara bersama-sama.
Menurutnya, pembinaan prestasi tidak dapat berjalan optimal apabila komunikasi hanya terbangun ketika atlet berhasil meraih medali.
"Kami ingin lebih banyak mendengar masukan langsung dari pengurus, pelatih, maupun atlet. Prestasi yang diraih merupakan hasil kerja mereka, sehingga sudah seharusnya KONI hadir mendampingi sejak proses pembinaan, bukan hanya ketika keberhasilan sudah diraih," ujarnya.
Anderiy menambahkan, seluruh persoalan yang dihadapi cabang olahraga menjadi perhatian KONI Kaltim. Oleh sebab itu, forum diskusi tersebut diharapkan mampu menghasilkan solusi yang dapat diterapkan dalam penyusunan program pembinaan ke depan.
"Forum ini kami jadikan wadah untuk menyamakan persepsi. Kami ingin seluruh cabor memahami mekanisme yang ada sekaligus menyampaikan kebutuhan mereka secara terbuka sehingga tidak muncul kesalahpahaman dalam pelaksanaan pembinaan maupun pengelolaan anggaran," katanya.
Ia menegaskan, akses terhadap anggaran pembinaan dapat diketahui oleh seluruh unsur cabang olahraga sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Menurutnya, transparansi menjadi salah satu langkah penting dalam memperbaiki tata kelola organisasi olahraga di Kalimantan Timur.
Sementara itu, Bendahara KONI Kaltim, Siti Astridya, menjelaskan, keterbatasan kemampuan fiskal daerah masih menjadi tantangan dalam memenuhi seluruh kebutuhan cabang olahraga. Karena itu, penyaluran bantuan pada tahun 2026 tetap menggunakan sistem klaster yang telah disusun sebelumnya.
"Kondisi anggaran daerah membuat kami harus menyusun skala prioritas. Karena itu pembagian bantuan tetap mengacu pada sistem klaster agar pendistribusian anggaran bisa dilakukan secara proporsional sesuai kemampuan yang tersedia," jelasnya.
Ia menerangkan, cabang olahraga kategori harapan memperoleh kesempatan mengajukan bantuan pembinaan hingga maksimal Rp105 juta. Sementara untuk cabang olahraga kategori pembinaan, alokasi bantuan ditetapkan maksimal Rp35 juta.
Dirinya berharap, setiap cabang olahraga dapat menyusun program prioritas secara efektif agar anggaran yang tersedia mampu memberikan dampak maksimal terhadap peningkatan prestasi atlet.
"Setiap cabor tentu memiliki kebutuhan yang berbeda. Karena itu kami berharap anggaran yang diterima dapat dikelola secara cermat sehingga tetap mampu mendukung pembinaan atlet dan pencapaian prestasi," ujarnya.
Ia menyampaikan, mekanisme penyusunan laporan pertanggungjawaban masih mengacu pada indeks tahun 2025. Adapun dukungan untuk penyelenggaraan kejuaraan provinsi dibatasi maksimal Rp65 juta, sedangkan kejuaraan provinsi junior memperoleh alokasi maksimal Rp50 juta.
"Kami selalu membuka ruang diskusi dengan seluruh cabang olahraga. Tujuan utamanya adalah memastikan pembinaan tetap berjalan dan prestasi olahraga Kalimantan Timur terus meningkat meskipun harus menyesuaikan dengan kemampuan anggaran yang ada," katanya.
Sebanyak 30 cabang olahraga masuk pada kategori harapan, di antaranya atletik, ski air, sambo, judo, taekwondo, tinju, balap sepeda, kick boxing, wushu, soft tennis, golf, arung jeram, squash, biliar, karate, boling, rugby, dayung, selam, panjat tebing, paramotor, tenis meja, hapkido, muaythai, ju-jitsu, aeromodelling, menembak, terjun payung, sepak takraw, dan tenis.
Sedangkan 17 cabang olahraga lainnya berada dalam kategori pembinaan, yakni aquatik, softball dan baseball, bola basket, bola voli, bulu tangkis, drum band, barongsai, bridge, e-sport, gateball, korfball, petanque, senam, sepak bola, woodball, triathlon, dan berkuda.
Melalui dialog tersebut, KONI Kaltim berharap penyusunan program pembinaan dan alokasi anggaran dapat dilakukan secara lebih tepat sasaran sehingga mampu mendukung peningkatan prestasi atlet Kalimantan Timur pada berbagai kejuaraan tingkat nasional maupun internasional. (*Yud)