• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Endro s. Efendy saat menyampaikan materi kode etik jurnalistik, Kamis (23/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kalimantan Timur menggelar diskusi bertajuk Penguatan Rekrutmen dan Orientasi PWI Kaltim, Pemahaman Ideologi PWI di Kantor PWI Kaltim, Jalan Biola, Samarinda Kota, Kamis (23/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi langkah awal penguatan organisasi sekaligus memberikan pemahaman kepada calon anggota maupun anggota baru mengenai nilai-nilai, kode etik, serta mekanisme keanggotaan PWI.

Diskusi menghadirkan narasumber dari jajaran pengurus dan Dewan Kehormatan PWI Kaltim, yakni Intoniswan, Endro S. Efendy, dan Wiwid Mahendra.

Ketua PWI Kaltim, Abdurrahman Amin, mengatakan orientasi tersebut merupakan bagian dari upaya membangun organisasi yang semakin terbuka dan profesional. Menurutnya, seluruh anggota harus memahami hak, kewajiban, serta tanggung jawab sebagai insan pers yang bernaung di bawah PWI.

"Hari ini kami mulai membangun budaya organisasi yang lebih inklusif. Setiap anggota tidak hanya memahami hak yang dimiliki, tetapi juga kewajiban dalam menjaga marwah organisasi dan profesi wartawan. PWI harus menjadi rumah bersama yang terbuka bagi wartawan yang ingin berkembang secara profesional," ujarnya.

Abdurrahman menjelaskan, kepengurusan PWI Kaltim saat ini memiliki tiga program prioritas, yakni membangun organisasi yang lebih inklusif, meningkatkan kompetensi wartawan, serta mendorong lahirnya wartawan spesialis sesuai bidang peliputan masing-masing.

"Ke depan kami ingin wartawan tidak hanya mampu menulis berita, tetapi juga memiliki keahlian khusus di bidang tertentu sehingga kualitas karya jurnalistik semakin meningkat. Karena itu proses pembinaan akan terus diperkuat melalui berbagai pelatihan dan orientasi seperti ini," katanya.

Ia menambahkan, proses pendaftaran menjadi anggota PWI kini dilakukan secara lebih terbuka sehingga wartawan yang memenuhi persyaratan dapat bergabung kapan saja sesuai mekanisme organisasi.

"Kami membuka ruang seluas-luasnya bagi wartawan yang ingin menjadi bagian dari PWI. Namun, mereka juga harus memahami nilai, aturan, dan etika profesi yang menjadi fondasi organisasi," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Anggota Dewan Kehormatan PWI Kaltim, Intoniswan, memaparkan materi mengenai kode etik dan nilai-nilai dasar profesi wartawan. Ia menegaskan, kode etik merupakan pedoman utama yang harus dipatuhi setiap insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

"Kode etik bukan sekadar aturan tertulis, tetapi menjadi kompas moral bagi wartawan. Dengan memegang teguh kode etik, wartawan akan mampu menjaga independensi, integritas, serta kepercayaan masyarakat terhadap produk jurnalistik yang dihasilkan," jelasnya.

Sementara itu, Anggota Dewan Kehormatan PWI Kaltim, Endro S. Efendy, memberikan penjelasan lebih rinci mengenai penerapan Kode Etik Jurnalistik dalam praktik sehari-hari. Ia juga menyampaikan berbagai contoh kasus yang kerap dihadapi wartawan saat menjalankan tugas di lapangan.

"Banyak persoalan jurnalistik yang sebenarnya bisa diselesaikan apabila wartawan memahami dan menerapkan Kode Etik Jurnalistik secara benar. Karena itu pemahaman terhadap setiap pasal, penerapan agar lebih mudah dipahami dan tidak menimbulkan pelanggaran dalam praktik peliputan," ujarnya.

Menurutnya, tantangan dunia jurnalistik yang terus berkembang menuntut wartawan agr semakin berhati-hati dalam mengolah informasi, melakukan verifikasi, serta menjaga independensi dalam setiap pemberitaan.

Wakil Ketua Bidang Organisasi PWI Kaltim, Wiwid Mahendra, menjelaskan mekanisme keanggotaan PWI, mulai dari persyaratan administrasi, tahapan orientasi, hingga hak dan kewajiban yang dimiliki setiap anggota.

"Keanggotaan PWI bukan hanya sebatas memiliki kartu anggota, tetapi juga komitmen untuk menaati aturan organisasi, meningkatkan kompetensi, dan menjaga nama baik profesi. Melalui orientasi ini kami ingin seluruh calon anggota memahami proses tersebut sejak awal," kata Wiwid.

Ia berharap, kegiatan orientasi dapat menjadi bekal bagi wartawan yang ingin bergabung dengan PWI sehingga mampu menjalankan profesinya secara profesional, berintegritas, dan sesuai dengan ketentuan organisasi maupun Kode Etik Jurnalistik.

PWI Kaltim menegaskan komitmennya agar terus memperkuat organisasi sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang jurnalistik melalui rekrutmen yang terbuka, pembinaan berkelanjutan, dan penegakan etika profesi. (*Yud)



Pasang Iklan
Top