
Kadisdamkarmatan Kukar, Fida Hurasani, Senin (20/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Di tengah perjuangan petugas pemadam kebakaran dan relawan melawan kobaran api yang melahap deretan rumah kos di Jalan Belida, Kelurahan Timbau, Senin (20/7/2026) malam, muncul kabar mengejutkan mengenai peristiwa kebakaran lain di Kelurahan Kampung Baru yang tiba-tiba beredar.
Setelah dilakukan pengecekan, kabar tersebut ternyata tidak benar atau hoaks.
Informasi palsu itu sempat membuat sejumlah personel dan relawan terkecoh di tengah fokus penanganan kebakaran yang terjadi sekitar pukul 21.30 WITA.
Beruntung, petugas tidak buru-buru mengalihkan kekuatan sehingga proses pemadaman di lokasi utama tetap berjalan optimal.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmatan) Kutai Kartanegara (Kukar), Fida Hurasani mengingatkan seluruh personel melalui radio agar tetap tenang dan tidak mudah terpancing oleh informasi yang belum dipastikan kebenarannya.
"Di tengah kejadian tadi muncul informasi kebakaran di Al Jawahir, Kampung Baru. Saya langsung meminta anggota dan teman-teman relawan untuk tidak panik. Hal seperti ini bisa saja terjadi dalam situasi darurat. Bisa saja ada yang iseng atau memang informasi yang belum jelas sumbernya," ujarnya, Senin (20/7/2026).
Menurutnya, informasi tersebut berpotensi memecah konsentrasi petugas yang saat itu sedang berupaya mengendalikan api di Jalan Belida.
Sehingga ia memilih tidak langsung menggeser armada pemadam, sebelum ada kepastian dari lapangan.
"Kami tidak ingin konsentrasi terpecah. Saya mengambil keputusan agar seluruh unit tetap bertahan di lokasi. Yang saya kirim hanya petugas bermotor untuk memastikan apakah benar ada kebakaran di Kampung Baru. Setelah dicek ke dalam gang-gang, ternyata tidak ada kejadian kebakaran," tuturnya.
Ia mengemukakan, anggotanya sempat terkecoh karena ada laporan di dua titik berbeda.
"Tapi saya putuskan tidak ada yang bergerak sebelum dipastikan. Alhamdulillah setelah dicek langsung, informasi itu tidak benar," katanya.
Sebagai antisipasi, satu unit pemadam dari Pos Pattimura tetap disiagakan di kawasan Kampung Baru untuk memastikan tidak ada kejadian lain yang luput dari pengawasan.
"Itulah alasan sejak awal dua unit dari Pattimura tidak saya tarik semua ke lokasi kebakaran di Timbau. Kami harus tetap mengantisipasi kemungkinan adanya kejadian lain," tambahnya.
Ia meminta rekan-rekan relawan mencari tahu dari mana informasi itu berasal.
Apakah memang hanya meneruskan pesan dari orang lain atau ada unsur kesengajaan.
Tapi pihaknya idak ingin menghabiskan energi untuk itu.
Paling penting, ini menjadi pelajaran agar setiap informasi harus dipastikan dulu, sebelum diteruskan.
Ia mengingatkan penyebaran informasi yang belum terverifikasi saat terjadi keadaan darurat dapat membahayakan petugas maupun relawan karena memicu kepanikan dan berpotensi mengganggu proses penanganan di lapangan.
"Tadi saya dengar bahkan ada relawan yang hampir mengalami insiden saat bergerak karena informasi itu. Hal-hal seperti inilah yang harus kita hindari. Jangan sampai informasi yang belum jelas justru membahayakan orang yang sedang bertugas," katanya
Ia berharap masyarakat meningkatkan kewaspadaan dan memastikan setiap informasi, sebelum disebarkan.
"Sementara itu, kami juga akan terus melakukan evaluasi terhadap sistem pergerakan personel agar penanganan kebakaran semakin cepat dan efektif," ucapnya. (*Zar)