• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Camat Sebulu, Edy Fahruddin, Kamis (16/7/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com): Harapan masyarakat Kecamatan Sebulu, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) untuk segera menikmati akses Jembatan Sebulu masih harus tertunda.

Meskipun pembangunannya telah dimulai sejak 2024, proyek infrastruktur yang digadang-gadang menjadi penggerak ekonomi baru itu hingga kini belum juga rampung.

Untuk menyelesaikan pembangunan tersebut, anggaran yang dibutuhkan diperkirakan mencapai sekitar Rp 900 miliar.

Camat Sebulu, Edy Fahruddin mengatakan, proses pembangunan saat ini belum dapat berjalan maksimal karena keterbatasan keuangan daerah.

Pada tahun 2026, pemerintah dikabarkan hanya mengalokasikan anggaran sekitar Rp 8 miliar.

"Namun untuk proses teknisnya saya belum mengetahui secara rinci karena menjadi kewenangan Dinas Pekerjaan Umum. Mudah-mudahan penyambungan besi jembatan segera direalisasikan," ujarnya kepada KutaiRaya.com, Kamis (16/7/2026).

Pembangunan Jembatan Sebulu telah dimulai pada 2024.

Namun hingga saat ini progresnya diperkirakan baru mencapai sekitar 50 persen, mengingat bentang tengah jembatan yang menjadi bagian utama konstruksi masih belum dikerjakan.

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran terbesar berada pada pembangunan bentang tengah jembatan yang diperkirakan memerlukan dana sekitar Rp 500 miliar.

Sedangkan secara keseluruhan, proyek tersebut diperkirakan membutuhkan anggaran hampir Rp 900 miliar hingga selesai.

Hingga saat ini anggaran yang telah digunakan untuk pembangunan jembatan diperkirakan sudah mendekati Rp 200 miliar.

"Kami memahami kondisi keuangan daerah saat ini. Pemerintah tentu harus memikirkan banyak kebutuhan, mulai dari infrastruktur, pendidikan, kesehatan, hingga sektor lainnya. Karena itu proses pembangunan jembatan ini sementara masih menunggu kemampuan anggaran," tuturnya.

Ia berharap ada sinergi semua pihak, baik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), pemerintah pusat maupun Bupati Kukar, agar dapat mengupayakan bantuan pendanaan untuk penyelesaian jembatan ini.

"Jembatan Sebulu bukan hanya menghubungkan dua wilayah, tetapi juga akan menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi baru yang sangat dinantikan masyarakat," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kukar, Linda Juniarti mengatakan, pekerjaan pada bentang utama Jembatan Sebulu hingga kini belum bisa dilaksanakan.

Pasalnya, ada beberapa persyaratan teknis dari Komisi Keselamatan Jembatan dan Terowongan Jalan (KKJTJ) Kementerian PUPR yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

Salah satu tahapan yang wajib dilakukan adalah investigasi kondisi tanah melalui pengeboran hingga kedalaman sekitar 60 meter pada titik pilar jembatan.

Kegiatan ini telah masuk dalam anggaran tahun 2026 dan hasilnya akan digunakan sebagai bahan evaluasi untuk memperoleh persetujuan desain konstruksi sebelum pekerjaan bentang utama dimulai.

Ia mengemukakan, pembangunan bentang tengah diperkirakan membutuhkan anggaran sekitar Rp 460 miliar hingga Rp 480 miliar.

"Sementara jika dihitung bersama pembangunan jalan pendekat dan seluruh konstruksi pendukung lainnya, total kebutuhan dana proyek Jembatan Sebulu diperkirakan mendekati Rp 900 miliar," ucapnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top