• Jum'at, 04 September 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Rapat gabungan diskominfo kaltim bersama dinas ESDM Kaltim, Kamis (16/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Upaya memperluas akses internet di desa-desa Kalimantan Timur kini diarahkan sejalan dengan percepatan penyediaan jaringan listrik. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur melalui Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bersama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kaltim memperkuat koordinasi agar pembangunan infrastruktur kelistrikan dan telekomunikasi berjalan terpadu.

Komitmen tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai 2 Kantor Dinas ESDM Kaltim, Kamis (16/7/26), dengan fokus pada desa-desa yang hingga kini belum terjangkau jaringan listrik PLN sehingga layanan internet belum dapat beroperasi secara maksimal.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Kalimantan Timur, Bambang Arwanto, mengatakan penyediaan listrik menjadi fondasi penting agar mendukung transformasi digital hingga ke wilayah pedesaan. Menurutnya, pemerintah daerah terus menyelaraskan program kelistrikan dengan kebutuhan layanan internet di lapangan.

"Kami telah melakukan sinkronisasi data bersama Diskominfo Kaltim agar pembangunan jaringan listrik dapat mendukung titik-titik layanan internet yang telah direncanakan. Dari 13 desa yang masih berstatus non-PLN, sembilan desa sudah masuk Program Listrik Desa, sedangkan empat desa lainnya dipersiapkan untuk tahap berikutnya. Dengan kolaborasi ini, kami berharap masyarakat desa dapat menikmati akses listrik dan internet secara berkelanjutan," ujar Bambang.

Ia menjelaskan, pembangunan jaringan listrik di sejumlah wilayah masih menghadapi tantangan berupa akses geografis yang sulit serta proses perizinan karena sebagian trase jaringan melintasi kawasan hutan.

Dirinya menambahkan, pada 2027 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur menargetkan sebanyak 44 desa menjadi sasaran Program Listrik Desa (Lisdes). Sembilan desa yang telah dijadwalkan memperoleh pembangunan jaringan listrik meliputi Long Duhung, Pulau Miang, Tanjung Pagar, Ujoh Halang, Betung, Dasaq, Muara Geloan, Penawang, dan Kelompok Baru.

Sementara itu, Kepala Diskominfo Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan hasil evaluasi bersama penyedia layanan menunjukkan masih terdapat sejumlah titik internet yang belum dapat beroperasi optimal karena belum tersedia pasokan listrik PLN.

"Masukan dari teman-teman vendor, kondisi di lapangan menunjukkan sebagian titik koordinat memang belum teraliri listrik. Kami berharap Dinas ESDM dan PLN dapat bersinergi memberikan dukungan agar titik layanan internet di desa yang telah ditetapkan juga mendapat pasokan listrik," katanya.

Menurutnya, Diskominfo tetap menghadirkan layanan internet di desa-desa tersebut dengan memanfaatkan sumber energi alternatif seperti genset, layanan satelit Starlink, dan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Namun, operasional perangkat internet masih bergantung pada jam kerja genset sehingga layanan belum bisa dimanfaatkan sepanjang waktu.

"Kami tetap memasang internet meskipun belum dialiri listrik PLN. Namun perangkat sering dimatikan mengikuti jam operasional genset. Karena itu kami berharap dukungan dari PLN agar layanan internet dapat beroperasi lebih optimal dan memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat," ujarnya.

Melalui koordinasi tersebut, kedua organisasi perangkat daerah bersepakat memperkuat sinergi agar pembangunan jaringan listrik dan infrastruktur telekomunikasi berjalan beriringan. Langkah ini diharapkan mampu mempercepat pemerataan layanan publik sekaligus memperluas konektivitas digital bagi masyarakat di desa-desa Kalimantan Timur. (*Yud)



Pasang Iklan
Top