• Minggu, 05 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Ketua Harian Forum Ekraf Balikpapan, Krishna Galih, Sabtu (4/7/2026).(Foto: Sulastri/KutaiRaya.com)


BALIKPAPAN, (KutaiRaya.com): Forum Ekonomi Kreatif (Ekraf) Balikpapan terus mendorong lahirnya regenerasi pelaku industri kreatif, sebagai upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif yang berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan adalah melalui penyelenggaraan Balikpapan Summer Festival yang menghadirkan berbagai kegiatan, termasuk kompetisi e-sports sebagai ruang ekspresi bagi generasi muda.

Ketua Harian Forum Ekraf Balikpapan, Krishna Galih, mengatakan perkembangan industri kreatif saat ini membuka peluang besar bagi anak muda untuk berkarya sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari kreativitas yang dimiliki.

"Kami melihat peluang besar untuk membangun ekosistem industri kreatif yang digerakkan oleh anak-anak muda. Komitmen Forum Ekraf bersama Ketua Umum, Ibu Nurlena Rahmad Masud, adalah mendorong regenerasi karena keberlanjutan industri kreatif hanya bisa terwujud jika ada generasi penerus yang terus tumbuh," ujarnya, di Balikpapan Summer Festival di Halaman Taman Bekapai, Sabtu (4/7/2026).

Menurut Krishna, kreativitas yang dahulu hanya menjadi hobi kini telah berkembang menjadi sebuah industri yang mampu memberikan manfaat ekonomi. Karena itu, generasi muda perlu diberi pemahaman bahwa ide dan kreativitas dapat menjadi peluang usaha apabila dikelola secara profesional.

Ia mencontohkan subsektor game sebagai salah satu industri kreatif yang memiliki prospek besar. Melalui Balikpapan Summer Festival, Forum Ekraf ingin memberikan wawasan baru kepada generasi muda bahwa e-sports dan industri game bukan sekadar hiburan, tetapi memiliki potensi ekonomi yang menjanjikan.

"Teman-teman muda perlu mendapatkan perspektif baru bahwa industri kreatif memiliki nilai ekonomi jika dikelola dengan baik, dibangun ekosistemnya, serta didukung kolaborasi dan gagasan yang kuat," katanya.

Krishna menilai tantangan terbesar pengembangan ekonomi kreatif bukan lagi pada kreativitas para pelaku, melainkan bagaimana membangun ekosistem yang mampu menghubungkan komunitas, pelaku usaha, pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan.

Ia menyebut Forum Ekraf berperan sebagai jembatan yang menghubungkan pelaku industri kreatif dari 17 subsektor dengan pemerintah melalui berbagai forum diskusi dan penyampaian aspirasi.

Hasil pembahasan tersebut kemudian dikomunikasikan kepada Pemerintah Kota Balikpapan, khususnya Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) serta Dinas Koperasi, UMKM, dan Perindustrian (DKUMKMP), untuk menjadi bahan pengembangan kebijakan ekonomi kreatif.

"Kami ingin memastikan setiap diskusi menghasilkan langkah nyata bagi perkembangan ekosistem ekonomi kreatif Kota Balikpapan. Yang dibutuhkan industri kreatif sebenarnya adalah ekosistem yang kuat sehingga para pelaku dapat berkembang bersama," jelasnya.

Krishna optimistis Balikpapan memiliki potensi besar menjadi salah satu pionir pengembangan ekonomi kreatif di Kalimantan Timur. Menurutnya, Balikpapan tidak tertinggal dari daerah lain, melainkan hanya memulai pengembangan ekonomi kreatif pada waktu yang berbeda.

"Ini menjadi bukti bahwa pelaku ekonomi kreatif Balikpapan memiliki banyak ide baru dan berpotensi menjadi pionir perkembangan industri kreatif di Kalimantan Timur," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga Kota Balikpapan, Ratih Kusuma, mengatakan ekonomi kreatif merupakan salah satu sektor strategis yang memiliki potensi besar, dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital, menurut Ratih, kreativitas generasi muda menjadi modal penting untuk melahirkan inovasi, membuka lapangan pekerjaan, serta memperkuat identitas Kota Balikpapan sebagai kota yang kreatif dan modern.

"Pemerintah Kota Balikpapan akan terus berkomitmen mendukung pengembangan ekosistem ekonomi kreatif melalui penyediaan ruang publik yang produktif, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan akademisi," ujarnya.

Melalui sinergi tersebut, Pemerintah Kota Balikpapan berharap industri kreatif dapat terus berkembang menjadi salah satu motor penggerak ekonomi daerah, sekaligus menciptakan lebih banyak peluang bagi generasi muda untuk berkarya dan berinovasi. (Las)



Pasang Iklan
Top