• Minggu, 05 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kawasan Teras Samarinda, Sabtu (4/7/2026).(Foto: Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya) : Penyelesaian jembatan penghubung yang melintasi Sungai Karang Mumus dinilai menjadi faktor utama agar kawasan Teras Samarinda tahap II dan III dapat dimanfaatkan secara maksimal masyarakat. Selama akses tersebut belum tersedia, pembukaan kawasan dinilai belum efektif meski pembangunan fisiknya hampir seluruhnya selesai.

Anggota Komisi III DPRD Kota Samarinda, Romadhony Putra Pratama menyampaikan, hasil peninjauan proyek beberapa waktu lalu menunjukkan sebagian besar pekerjaan infrastruktur telah rampung. Namun, belum dibangunnya jembatan penghubung membuat konektivitas antarkawasan belum terwujud sehingga masyarakat tidak bisa mengakses seluruh area secara menyeluruh.

"Secara umum pembangunan Teras Samarinda tahap II dan III sudah selesai. Yang masih menjadi kendala adalah jembatan penghubung di atas sungai yang sampai sekarang belum dibangun," katanya, Sabtu (4/7/26).

Ia menjelaskan, jembatan tersebut akan menghubungkan kawasan Teras Samarinda di depan Kantor Gubernur Kalimantan Timur dengan kawasan Pasar Pagi dan area lanjutan di sekitarnya. Kehadiran akses tersebut dinilai penting untuk menciptakan jalur yang terintegrasi bagi para pengunjung.

Karena itu, Romadhony menilai pembukaan kawasan sebelum jembatan selesai justru berpotensi menimbulkan kebingungan bagi masyarakat.

"Kalau sekarang dibuka, pengunjung yang berjalan dari arah Kantor Gubernur menuju Pasar Pagi tidak memiliki jalur penghubung. Kondisi itu tentu membuat mobilitas pengunjung menjadi tidak nyaman," ujarnya.

Politisi PDI Perjuangan tersebut menduga keterlambatan pembangunan jembatan berkaitan dengan ketersediaan anggaran. Meski demikian, ia menilai keputusan untuk menunda pembukaan Teras Samarinda merupakan langkah yang tepat hingga seluruh fasilitas penunjang benar-benar selesai.

"Menurut saya lebih baik menunggu sampai jembatan itu selesai. Saat kawasan diresmikan nanti, masyarakat bisa langsung menikmati seluruh fasilitas tanpa ada bagian yang belum terhubung," ucapnya.

Dirinya menambahkan, keberadaan akses yang terintegrasi tidak hanya akan meningkatkan kenyamanan pengunjung, tetapi juga mengoptimalkan fungsi Teras Samarinda sebagai ruang publik sekaligus kawasan wisata tepian Sungai Karang Mumus.

Ia berharap, pembangunan jembatan penghubung dapat segera direalisasikan agar seluruh kawasan Teras Samarinda tahap II dan III dapat difungsikan secara utuh.

"Harapan kami jembatan ini bisa segera dibangun sehingga kawasan Teras Samarinda benar-benar siap digunakan. Dengan begitu masyarakat dapat menikmati fasilitas yang telah disiapkan secara maksimal," pungkasnya. (*Yud)



Pasang Iklan
Top