• Jum'at, 03 Juli 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur, Muhamad Faisal, Rabu (1/7/2026).(Foto : Yudi/KutaiRaya.com)


SAMARINDA, (KutaiRaya.com) : Kepala Dinas Pariwisata Kalimantan Timur yang baru dilantik, Muhamad Faisal, menegaskan akan memprioritaskan konsolidasi internal dan memperkuat kolaborasi dengan seluruh pelaku pariwisata di tengah kondisi fiskal daerah yang sedang mengalami tekanan.

Dirinya mengatakan, langkah pertama yang dilakukan setelah menjabat adalah menyatukan visi di lingkungan Dinas Pariwisata serta membangun komunikasi dengan para pelaku industri pariwisata di Kalimantan Timur.

"Di tengah kondisi fiskal yang sedang tidak baik, yang paling pertama saya lakukan adalah konsolidasi ke dalam. Setelah itu memperkuat kapasitas seluruh pelaku pariwisata di Kalimantan Timur. Alhamdulillah, bahkan sebelum efektif bertugas, para pelaku pariwisata sudah mulai mengagendakan audiensi," ujarnya, Rabu (1/7/2026).

Menurutnya, setelah konsolidasi dan penyamaan visi selesai dilakukan, pihaknya akan mulai menggencarkan berbagai kegiatan untuk meningkatkan geliat sektor pariwisata di Kalimantan Timur.

Ia menargetkan sejumlah agenda wisata dan kegiatan promosi dapat digelar secara lebih masif pada Agustus, Oktober, hingga Desember 2026 di beberapa kota di Kalimantan Timur.

"Target saya Agustus, Oktober, dan Desember kita buat ramai satu atau dua kota di Kalimantan Timur. Yang penting masyarakat dan pelaku pariwisata kembali bergairah, sembari tetap menjalankan target program kerja Bapak Gubernur dan Dinas Pariwisata," katanya.

Dirinya menilai, kolaborasi menjadi kunci utama agar mengembangkan sektor pariwisata di tengah keterbatasan kemampuan keuangan daerah.

Menurutnya, mengandalkan anggaran pemerintah semata tidak akan cukup mendorong kemajuan sektor pariwisata, sehingga sinergi dengan berbagai pihak harus terus diperkuat.

"Dalam situasi seperti sekarang tidak ada pilihan selain berkolaborasi. Kalau hanya mengandalkan fiskal pemerintah, kondisinya akan seperti ini, bahkan kemungkinan tahun depan juga masih menurun. Satu-satunya jalan adalah memperkuat kolaborasi," ungkapnya.

Ia mengaku, memiliki pengalaman selama hampir tujuh tahun bertugas di Dinas Pariwisata Kota Samarinda dengan kondisi anggaran yang terbatas. Pengalaman tersebut, menurutnya, menjadi bekal agar tetap menghadirkan program-program yang berdampak meski di tengah keterbatasan anggaran.

Selain itu, ia memastikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur akan tetap memberikan dukungan terhadap berbagai agenda budaya dan pariwisata yang menjadi ikon di masing-masing kabupaten dan kota.
Beberapa di antaranya adalah Festival Pesona Mahakam di Samarinda, Festival Hudoq di Kabupaten Mahakam Ulu, serta berbagai event pariwisata yang digelar di Kabupaten Berau, Kota Balikpapan, dan Kabupaten Paser.

"Insyaallah tetap kami dukung event-event di kabupaten dan kota. Tidak semua harus ditarik ke tingkat provinsi. Biarkan masing-masing daerah memiliki kekuatan event-nya sendiri, sementara provinsi akan menghadirkan kegiatan yang mendukung dan memperkuat promosi pariwisata Kalimantan Timur secara keseluruhan," tutup Faisal. (*Yud)



Pasang Iklan
Top