
Antusias tim Esport Mobile Legend di Ruang Catur Mapolres Kukar, Sabtu (20/6/2026).(Foto: Achmad Nizar/KutaiRaya.com)
TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Babak 8 besar turnamen Esports Mobile Legends Kapolres Cup Kutai Kartanegara (Kukar) resmi dimulai. Sebanyak tujuh tim terbaik kini tengah bersaing menunjukkan kemampuan dan strategi mereka untuk memperebutkan gelar juara dalam pertandingan yang digelar secara offline di Ruang Catur Mapolres Kukar, Sabtu (20/6/2026).
Turnamen yang menjadi ajang kompetisi sekaligus pembinaan generasi muda pecinta esports ini mendapat antusias yang tinggi dari para peserta. Sebelum memasuki fase 8 besar, seluruh tim terlebih dahulu menjalani pertandingan penyisihan secara online.
Ketua Panitia Pelaksana, AKP Ahmad Fandoli, mengatakan kegiatan Kapolres Cup Esports Mobile Legends telah berlangsung sejak 17 Juni dan akan berakhir pada 21 Juni 2026.
"Turnamen ini kami buka dari tanggal 17 sampai 21 Juni 2026. Total ada 52 tim yang mengikuti kompetisi ini. Seluruh tim terlebih dahulu bertanding secara online, kemudian tim-tim terbaik melaju ke fase 8 besar yang digelar secara offline di Mapolres Kukar," ujarnya pada KutaiRaya.com.
Menurutnya, peserta yang mengikuti turnamen ini berada pada rentang usia 17 hingga 22 tahun. Pemilihan kelompok usia tersebut bukan tanpa alasan, melainkan untuk memberikan ruang dan wadah bagi generasi muda yang memiliki minat dan bakat di bidang esports.
"Kami ingin memfasilitasi dan mewadahi generasi muda yang memang memiliki hobi bermain Mobile Legends agar lebih terarah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi sarana untuk mencari bibit-bibit atlet esports potensial dari Kukar yang nantinya bisa melangkah ke jenjang yang lebih tinggi,"jelasnya.
Ia menambahkan, pembinaan esports di Kukar tidak akan berhenti pada satu kegiatan saja. Polres Kukar berkomitmen untuk terus mendukung perkembangan esports dengan menggandeng organisasi terkait.
"Kami bekerja sama dengan IESPA. Harapannya kegiatan seperti ini tidak hanya sekali dilaksanakan. Ke depan mungkin akan ada turnamen esports lainnya, seperti PUBG, Free Fire, maupun cabang esports lainnya," katanya.
Ia berharap, melalui kompetisi tersebut akan lahir atlet-atlet esports berprestasi yang mampu mengharumkan nama daerah hingga tingkat nasional.
"Tujuan akhirnya tentu mencetak atlet esports yang berprestasi dan memiliki peluang untuk bersaing di tingkat yang lebih tinggi, bahkan hingga level nasional," tambahnya.
Turnamen ini juga diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kutai Kartanegara. Bahkan, salah satu tim peserta diketahui berasal dari daerah yang cukup jauh, Kecamatan Kembang Janggut.
Melalui kegiatan ini, Polres Kukar berharap, para generasi muda yang menekuni dunia esports dapat menyalurkan hobinya secara positif, meningkatkan kerja sama tim, serta terus berpartisipasi dalam berbagai kegiatan yang diselenggarakan pemerintah daerah maupun Polres Kukar.
Sementara itu, Ketua IESPA Kukar, Candra Octovianto mengatakan, Kapolres Cup Esports 2026 merupakan hasil kolaborasi antara Polres Kukar dan IESPA dalam upaya membangun ekosistem esports yang sehat sekaligus mencetak atlet-atlet muda potensial.
"Hari ini kita sudah masuk ke tahap 8 besar. Nanti sore akan dilaksanakan pertandingan perebutan peringkat tiga dan empat, sedangkan malam hari akan berlangsung partai final untuk menentukan juara pertama dan kedua," ujarnya.
Ia menjelaskan, dari proses seleksi yang dilakukan sebelumnya, sebanyak 52 tim berhasil terjaring dengan total lebih dari 130 pemain dari berbagai wilayah di Kutai Kartanegara. Pembatasan usia peserta dilakukan untuk memfokuskan pembinaan pada atlet-atlet muda yang memiliki potensi berkembang lebih jauh.
"Kalau usia dibuka lebih luas, jumlah peserta kemungkinan bisa jauh lebih banyak. Namun kegiatan ini memang bagian dari pembinaan untuk mencari bibit-bibit atlet muda yang potensial," tukasnya. (*Zar)