• Kamis, 18 Juni 2026
logo
DPRD Provinsi Kalimantan Timur



Kontingen Wushu Kukar pada ajang BK Porprov Kaltim 2025.(Foto: Dok. Wushu Kukar)


TENGGARONG, (KutaiRaya.com) : Cabang olahraga (Cabor) Wushu Kutai Kartanegara (Kukar) terus mematangkan persiapan menghadapi Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Kalimantan Timur 2026 yang akan digelar di Kabupaten Paser.

Namun, di tengah persiapan tersebut, Wushu Kukar masih menghadapi beberapa kendala berupa minimnya sarana latihan untuk teknik bantingan.

Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) Wushu Kukar, Denny Purnama mengatakan, kebutuhan fasilitas latihan bantingan menjadi salah satu hal yang sangat penting untuk menunjang kesiapan atlet.

Pasalnya, dalam pertandingan wushu, teknik bantingan memiliki nilai tinggi dan menjadi salah satu penentu kemenangan.

"Kalau dari kami masih berharap ada fasilitas yang mendukung latihan bantingan. Bukan berarti kami tidak percaya diri, tetapi memang kami merasa masih kurang di bagian itu. Dalam wushu ada poin tinggi dari teknik bantingan, bukan hanya pukulan dan tendangan," ujarnya pada KutaiRaya.com, Kamis (18/6/2026).

Selama ini atlet Wushu Kukar belum memiliki tempat yang memadai untuk berlatih teknik bantingan secara maksimal. Penggunaan Gedung Bela Diri Rondong Demang juga tidak bisa dilakukan setiap saat karena harus berbagi dengan cabang olahraga lain yang juga memanfaatkan fasilitas tersebut.

"Kalau mau menggunakan Gedung Bela Diri harus bergantian dengan cabang olahraga lain. Jadi cukup sulit untuk mendapatkan waktu latihan khusus bantingan," katanya.

Akibat keterbatasan tersebut, program latihan saat ini lebih difokuskan pada teknik standing fight, seperti pukulan, tendangan, serta latihan menahan bantingan. Sementara latihan menjatuhkan lawan atau teknik bantingan belum bisa dilakukan secara optimal.

Latihan bantingan membutuhkan matras khusus yang tebal dan aman bagi atlet. Penggunaan matras tipis dinilai berisiko menimbulkan cedera.

"Kalau hanya menggunakan matras puzzle yang tipis, itu tidak cukup aman. Benturan masih terasa sampai ke lantai. Bahkan menggunakan matras tebal saja masih ada risiko cedera, apalagi kalau hanya matras tipis," ungkapnya.

Saat ini, Wushu Kukar menjalani latihan di kawasan Jalan Udang, Tenggarong. Sempat ada usulan untuk memanfaatkan fasilitas di Kompleks Velodrome yang dikelola Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), namun lokasi yang cukup jauh menjadi kendala bagi sebagian atlet.

Mayoritas atlet masih berstatus pelajar atau baru lulus sekolah sehingga faktor transportasi menjadi pertimbangan penting.

"Kalau untuk pemusatan latihan atau training center (TC), mungkin nanti satu bulan terakhir bisa kami manfaatkan. Tetapi untuk saat ini kami fokus latihan standing terlebih dahulu karena banyak atlet yang tempat tinggalnya jauh dan belum ada dukungan transportasi," jelasnya.

Meski menghadapi keterbatasan fasilitas, Wushu Kukar tetap optimistis menghadapi Porprov mendatang. Sebanyak 14 atlet telah dipersiapkan untuk tampil membawa nama daerah.

Bahkan, targetnya untuk meraih juara umum. Optimis tersebut didasarkan pada hasil Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2025 sebelumnya, di mana Kukar berhasil menempati posisi kedua dan hanya terpaut dua medali emas dari Kota Samarinda.

"Kalau target tentu kami ingin juara umum. Pada BK kemarin kami berada di posisi kedua dan hanya kalah dua medali emas dari Samarinda," katanya.

Ia juga mengapresiasi dukungan penuh yang diberikan Ketua Wushu Kukar kepada para atlet. Di tengah keterbatasan anggaran, berbagai kebutuhan atlet seperti suplemen hingga perlengkapan latihan masih dapat terpenuhi berkat dukungan pribadi dari pengurus.

"Ketua Wushu Kukar sangat mendukung atlet. Kebutuhan seperti suplemen maupun perlengkapan latihan banyak dibantu langsung oleh beliau. Jadi atlet tetap bisa menjalani program latihan dengan baik," ujarnya.

"Harapan kami minimal ada TC sekitar satu bulan sebelum pertandingan. Anak-anak sebenarnya sudah cukup baik untuk teknik standing. Yang masih perlu dimaksimalkan adalah kontrol bantingan dan kemampuan menahan bantingan. Kalau fasilitas itu bisa terpenuhi, kami lebih yakin menghadapi Porprov nanti," imbuhnya.

Sementara itu, Kabid Binpres Dispora Kukar, Rita Agustina mengatakan, pihaknya akan terus berupaya memfasilitasi kebutuhan cabang olahraga yang tengah mempersiapkan diri menghadapi Porprov Kaltim 2026.

"Pada prinsipnya Dispora Kukar terus berupaya memberikan dukungan terhadap seluruh cabang olahraga yang akan berlaga di Porprov Kaltim 2026. Kami memahami bahwa setiap cabang olahraga memiliki kebutuhan yang berbeda-beda dalam proses pembinaan dan persiapan atlet," tutupnya. (*Zar)



Pasang Iklan
Top