
Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas saat pelepasan kontingen Kabupaten Berau untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo, Rabu (10/6/26).
BERAU, (KutaiRaya.com): Di tengah kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah, Kabupaten Berau tetap menunjukkan komitmennya dalam membangun sektor pertanian dan perikanan.
Hal itu ditandai dengan pelepasan kontingen Kabupaten Berau untuk mengikuti Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 di Provinsi Gorontalo.
Kontingen dilepas langsung oleh Bupati Berau, Sri Juniarsih Mas, di Ruang Sangalaki Kantor Bupati Berau, Rabu (10/6/26). Mereka akan mengikuti kegiatan nasional yang berlangsung pada 20-25 Juni 2026 di Kelurahan Hepuhulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.
Bupati Sri Juniarsih menegaskan, keikutsertaan Berau dalam PENAS bukan sekadar memenuhi agenda nasional, melainkan menjadi kesempatan strategis untuk mencari terobosan, teknologi, dan inovasi baru yang dapat diterapkan guna meningkatkan produktivitas sektor pertanian dan perikanan daerah.
“Walaupun saat ini pemerintah daerah melakukan efisiensi anggaran, kami tetap optimis dan berkomitmen mengirimkan kontingen untuk berpartisipasi aktif dalam PENAS. Ini adalah investasi pengetahuan yang sangat penting bagi kemajuan sektor pertanian dan perikanan Kabupaten Berau,” ujarnya.
Menurutnya, PENAS merupakan ajang berkumpulnya petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan sektor pertanian dari seluruh Indonesia. Momentum tersebut menjadi kesempatan berharga untuk bertukar pengalaman, memperluas jaringan, dan mempelajari praktik-praktik terbaik yang telah berhasil diterapkan di berbagai daerah.
Sri menginginkan para peserta mampu memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyerap sebanyak mungkin ilmu dan inovasi yang nantinya dapat diterapkan di Kabupaten Berau.
“Saya berharap saudara sekalian tidak hanya menunjukkan potensi yang kita miliki, tetapi juga aktif menggali informasi, menjalin komunikasi, dan mempelajari berbagai inovasi yang dapat dikembangkan kembali di Berau,” katanya.
Ia menilai Kabupaten Berau memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, peternakan, dan perikanan yang selama ini menjadi salah satu tulang punggung perekonomian masyarakat. Namun, potensi tersebut perlu didukung peningkatan kualitas sumber daya manusia agar mampu bersaing dan berkembang secara berkelanjutan.
Karena itu, Sri meminta seluruh peserta menjadikan PENAS sebagai ruang belajar untuk memperkuat kapasitas diri dan kelembagaan kelompok tani maupun nelayan.
“Potensi pertanian dan perikanan kita sangat besar. Kesempatan ini jangan disia-siakan. Belajarlah sebanyak-banyaknya agar setelah kembali ke Berau bisa membawa manfaat bagi kelompok tani, kelompok nelayan, dan masyarakat luas,” tegasnya.
Dirinya berharap seluruh peserta dapat menjadi agen perubahan setelah kembali dari Gorontalo. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh selama kegiatan diharapkan dapat ditularkan kepada masyarakat sehingga memberikan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani maupun nelayan di Kabupaten Berau.
“Saya ingin sepulang dari PENAS, peserta tidak hanya membawa sertifikat atau pengalaman, tetapi juga membawa gagasan, inovasi, dan semangat baru untuk memajukan sektor pertanian dan perikanan Berau,” tandasnya. (Adv/Bul)